Polisi Tutup Total Arus Padang-Painan Akibat Longsor, Pembersihan Material Dipercepat
Arus lalu lintas dari Padang menuju Painan ditutup total oleh Polresta Padang menyusul longsor di Bungus Teluk Kabung, demi mempercepat pembersihan material dan menjamin keselamatan.
Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, memberlakukan penutupan total arus lalu lintas dari Kota Padang menuju Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Penutupan ini efektif hingga Minggu (14/6) sekitar pukul 20.00 WIB, mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Langkah darurat ini diambil menyusul insiden tanah longsor yang menimpa badan jalan nasional di kawasan Bungus Teluk Kabung. Longsor terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut.
Penutupan arus bertujuan untuk memberikan ruang kerja maksimal bagi alat berat dalam membersihkan material longsor secara efisien. Hal ini juga untuk memastikan keselamatan para pengendara dan petugas yang bekerja di area rawan bencana.
Kronologi dan Dampak Longsor di Bungus Teluk Kabung
Bencana tanah longsor melanda kawasan Bungus Teluk Kabung, Padang, pada Minggu sore sekitar pukul 17.30 WIB. Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya insiden ini, menyebabkan pergerakan tanah yang signifikan. Longsoran tanah secara total menutupi akses vital yang menghubungkan Kota Padang dengan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, memutus jalur transportasi utama.
Material longsor yang menimbun badan jalan nasional memiliki dimensi yang cukup signifikan dan berbahaya. Luasnya mencapai empat meter persegi dengan ketinggian sekitar dua meter, membuat jalan tidak dapat dilalui oleh jenis kendaraan apapun. Akibat penutupan ini, antrean panjang kendaraan tidak dapat terhindarkan, baik yang datang dari arah Padang maupun dari arah sebaliknya.
Saat kejadian longsor, satu unit mobil jenis pikap dilaporkan tengah melintas di lokasi kejadian dan ikut terdampak. Beruntung, pengemudi kendaraan tersebut berhasil selamat dari insiden tersebut dan tidak mengalami luka serius. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan saat melintasi area rawan longsor, terutama saat kondisi cuaca buruk dan tidak menentu.
Strategi Penanganan dan Imbauan Keselamatan
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menjelaskan alasan di balik penutupan total arus lalu lintas. Pihaknya sengaja tidak menerapkan sistem buka-tutup agar alat berat dapat bekerja secara maksimal dan efisien tanpa gangguan. Keputusan ini juga diambil untuk menghindari potensi bahaya yang lebih besar bagi pengendara yang mungkin terjebak di area longsor.
Arus lalu lintas akan dibuka kembali setelah seluruh material longsor berhasil dibersihkan dari badan jalan dan kondisi dinyatakan aman. Penanganan bencana ini melibatkan koordinasi tim gabungan yang solid dari berbagai instansi. Mereka termasuk BPBD, TNI, Kepolisian, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, PLN, Komunitas Siaga Bencana, serta warga setempat yang turut membantu.
Polisi mengimbau kepada seluruh pengendara untuk tetap bersabar dan sangat waspada selama penutupan jalan berlangsung. Kondisi cuaca di beberapa kawasan Kota Padang masih diguyur hujan hingga malam hari, yang dapat memperburuk situasi. Kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat potensi longsor susulan dan bahaya lainnya yang masih ada di sekitar lokasi kejadian.
Sumber: AntaraNews