Bahasa Kasih dan Pemahaman Karakter Kunci Utama Jaga Keharmonisan Keluarga di Era Digital
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menekankan **bahasa kasih** dan pemahaman karakter sebagai kunci menjaga keharmonisan keluarga di tengah gempuran teknologi dan perubahan gaya hidup modern.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya bahasa kasih sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan keluarga. Pernyataan ini disampaikan Wihaji di Jakarta pada Minggu (14/6), menyoroti derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang menuntut pendekatan baru dalam membangun hubungan keluarga yang sehat.
Menurut Wihaji, keluarga merupakan pilar utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap karakter individu dan bahasa kasih dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Pendekatan ini diharapkan mampu menyelesaikan sebagian besar permasalahan dalam keluarga, dengan fokus pada pemahaman watak dan cinta. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk memperkuat kualitas hubungan antaranggota keluarga melalui komunikasi yang hangat dan saling memahami.
Pentingnya Bahasa Kasih dalam Adaptasi Keluarga
Wihaji menekankan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat saat ini memerlukan cara-cara dan metode baru dalam membina keluarga. Pemahaman akan bahasa kasih dan karakter menjadi bekal penting agar setiap keluarga mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa keluarga tetap menjadi fondasi yang kokoh di tengah arus modernisasi. Dengan pemahaman yang kuat tentang bahasa kasih, diharapkan setengah dari masalah keluarga dapat terselesaikan.
Pemerintah, melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, berkomitmen untuk terus mendukung upaya penguatan ketahanan keluarga. Hal ini dilakukan dengan menyediakan ilmu dan pendekatan baru yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Memahami Watak dan Tipe Kepribadian untuk Komunikasi Efektif
Pakar Neurosains dan Konsultan Keluarga, Aisah Dahlan, menjelaskan bahwa watak merupakan program bawaan manusia yang telah ada sejak lahir dan diwariskan secara genetik. Namun, perbedaan watak ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling melabeli baik atau buruk, karena setiap individu memiliki karakteristik yang unik.
Meskipun watak bersifat bawaan, Aisah Dahlan menambahkan bahwa watak dapat dibentuk dan diarahkan. Pembentukan ini dilakukan dengan memasukkan ilmu dan prinsip hidup ke dalam lobus frontal otak manusia.
Ilmu pengetahuan, pola asuh, nilai budaya, hingga pilihan pasangan hidup turut membentuk identitas seseorang. Pemahaman ini menjadi lebih praktis ketika dikaitkan dengan empat tipe kepribadian manusia yang dikenal luas:
- Sanguinis: Cenderung ceria, optimis, dan mudah bergaul.
- Koleris: Tegas, berorientasi pada tujuan, dan cenderung memimpin.
- Plegmatis: Tenang, sabar, dan cenderung menghindari konflik.
- Melankolis: Perfeksionis, analitis, dan cenderung introspektif.
Setiap tipe kepribadian ini memiliki cara komunikasi dan pendekatan yang berbeda, sehingga penting bagi orang tua dan pasangan untuk mengenali serta memahami perbedaan tersebut. Pengenalan ini esensial agar hubungan dalam keluarga dapat berjalan lebih harmonis dan efektif.
Komitmen Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Hubungan Keluarga
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN secara aktif mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk terus memperkuat kualitas hubungan antaranggota keluarga. Upaya ini dilakukan melalui komunikasi yang hangat, saling memahami karakter, dan menumbuhkan bahasa kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah menyelenggarakan webinar daring bertajuk "Bahasa Kasih dalam Keluarga" pada Jumat (12/6).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada masyarakat. Diharapkan, melalui berbagai program seperti webinar ini, keluarga Indonesia dapat semakin kokoh dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews