Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji Pastikan Program Makan Bergizi Gratis 3B Tepat Sasaran
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B) tepat sasaran, menjangkau ibu hamil, menyusui, dan balita demi masa depan generasi se
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) berjalan tepat sasaran. Program ini diawasi ketat mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Penegasan ini disampaikan Wihaji sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin intervensi gizi yang efektif.
Wihaji menekankan bahwa program MBG 3B merupakan intervensi yang sangat sensitif karena menyangkut fase awal kehidupan manusia. Oleh karena itu, seluruh proses, mulai dari layanan SPPG hingga penerima manfaat, harus dipastikan berjalan tepat, aman, dan tanpa penyimpangan. Program ini krusial untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting di Indonesia.
“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Karena itu kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal kualitas pelaksanaan program vital ini.
Fokus Intervensi Sensitif Program Makan Bergizi Gratis 3B
Mendukbangga Wihaji menegaskan pentingnya memastikan layanan gizi berjalan tepat sasaran karena berdampak langsung pada tumbuh kembang anak. Peninjauan lapangan yang dilakukan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis (23/4), menjadi bukti komitmen ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung implementasi program di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Wihaji juga melihat kondisi keluarga di kategori risiko stunting (KRS) yang masih menghadapi tantangan terkait hunian dan sanitasi. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berkelanjutan yang tidak hanya melalui layanan gizi, tetapi juga pendampingan keluarga secara komprehensif. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi akar masalah stunting.
Program Makan Bergizi Gratis 3B dirancang untuk memberikan dukungan nutrisi esensial pada kelompok rentan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi penyaluran dan pemantauan yang ketat. Setiap tahap pelaksanaan harus diawasi untuk menghindari kebocoran atau penyalahgunaan sumber daya.
Peran Pendampingan Keluarga dan Pengawasan Berkelanjutan
Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pelaksanaan MBG 3B sangat vital. Mereka bertanggung jawab dalam mendukung distribusi layanan, melakukan pendampingan, serta memberikan edukasi kepada keluarga. TPK juga bertugas memantau langsung kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tingkat desa.
“Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pelaksanaan MBG 3B sangat penting dalam mendukung distribusi layanan, melakukan pendampingan, edukasi keluarga, serta pemantauan langsung kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tingkat desa,” tutur Mendukbangga Wihaji. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan TPK menjadi kunci keberhasilan program ini.
Wihaji juga menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara bersama-sama. Program MBG 3B bukan sekadar distribusi makanan, melainkan layanan negara yang harus dijaga kualitasnya. Koreksi lapangan secara cepat dan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan program ini memberikan dampak maksimal.
Target Nasional Penurunan Stunting dan Implementasi Program
Upaya ini merupakan bagian integral dari target nasional penurunan stunting menuju 18,8 persen pada tahun 2026 dan 14 persen pada tahun 2029. Pemerintah memperkuat intervensi sejak masa kehamilan untuk mencapai target ambisius ini. Perluasan implementasi SPPG dan MBG 3B secara nasional menjadi strategi utama.
Pemerintah berkomitmen untuk mencetak generasi sehat dan produktif melalui program-program gizi yang terarah. Dengan memastikan setiap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup, diharapkan dapat memutus rantai stunting. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di Kabupaten Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan data terkini hingga 31 Maret 2026. Kabupaten tersebut memiliki 137 SPPG, dengan 84 unit di antaranya secara aktif melayani program MBG 3B. Program ini menjangkau ribuan penerima manfaat.
Data ini menunjukkan skala implementasi program yang signifikan di tingkat daerah. Keberhasilan di Pemalang diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis 3B.
Sumber: AntaraNews