Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis investasi di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Kesiapan ini diwujudkan melalui berbagai proyek siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) yang menarik. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyatakan bahwa kabupatennya sangat antusias menyambut peluang ekonomi baru ini. Fokus investasi Penajam Paser Utara kini diarahkan pada sektor-sektor pendukung utama IKN. Ini mencakup logistik, pelabuhan, agroindustri, dan pariwisata ekologis.
Dengan target investasi yang ambisius, PPU berupaya menarik investor global melalui kemudahan perizinan terpadu. Pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan data, lahan, dan kelayakan proyek. Hal ini untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan transparan.
Advertisement
Advertisement
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara aktif mempromosikan diri sebagai destinasi investasi utama di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN). Bupati Mudyat Noor menegaskan komitmen daerahnya untuk menjadi mitra strategis bagi para investor. Ini dilakukan dengan menawarkan berbagai proyek yang telah matang dan siap ditawarkan.
Fokus utama investasi Penajam Paser Utara adalah pada sektor-sektor yang secara langsung mendukung kebutuhan IKN. Sektor-sektor tersebut meliputi logistik, pengembangan pelabuhan, agroindustri, serta pariwisata ekologis. Pendekatan ini selaras dengan visi IKN sebagai kota hutan berkelanjutan atau Forest City.
Pemerintah Kabupaten Penajam memberikan kepastian kepada investor, dengan kesiapan data, lahan, maupun kelayakan proyek. Investasi di kabupaten itu telah terpetakan dan siap tawar. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan mempercepat proses investasi di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kabupaten Penajam Paser Utara telah menunjukkan kinerja investasi yang impresif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, realisasi investasi mencapai Rp3,7 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun atau 145 persen. Pencapaian ini menunjukkan daya tarik PPU sebagai pusat investasi.
Namun, pada tahun 2025, realisasi investasi tercatat Rp1,7 triliun, yang merupakan 33 persen dari target Rp4,7 triliun. Bupati Mudyat Noor menjelaskan bahwa target investasi ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Target spesifik untuk tahun 2026 akan ditentukan setelah evaluasi menyeluruh.
Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan iklim investasi melalui kemudahan perizinan dan dukungan regulasi. Sinergi promosi investasi juga dilakukan melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU) Kalimantan Timur. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor global ke PPU.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengidentifikasi beberapa sektor unggulan yang siap dikembangkan. Ini termasuk pembangunan pusat logistik dan industri terpadu yang dirancang untuk menyuplai kebutuhan IKN. Selain itu, pengembangan sektor pangan juga menjadi prioritas utama.
Pariwisata yang selaras dengan konsep Forest City atau perencanaan kota berkelanjutan juga menjadi fokus penting. Konsep ini mengintegrasikan ekosistem hutan ke dalam tata kota. Hal ini menciptakan pengalaman wisata yang unik dan ramah lingkungan.
Pengembangan infrastruktur pelabuhan dan pemanfaatan garis pantai juga menjadi agenda strategis. Ini bertujuan untuk memperkuat jalur distribusi nasional dan konektivitas pelabuhan. Dengan demikian, PPU akan menjadi simpul penting dalam jaringan logistik regional dan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews