Resmi Beroperasi: IPAL Dapur MBG Polres Penajam Kini Penuhi Standar Badan Gizi Nasional

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Polres Penajam Paser Utara kini menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar BGN, memastikan kebersihan lingkungan dan kelanjutan program penting ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Resmi Beroperasi: IPAL Dapur MBG Polres Penajam Kini Penuhi Standar Badan Gizi Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Polres Penajam Paser Utara kini menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar BGN, memastikan kebersihan lingkungan dan kelanjutan program penting ini. (AntaraNews)

Dapur penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini telah mengimplementasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN). Penerapan IPAL ini menjadi langkah krusial untuk memastikan operasional dapur berjalan sesuai regulasi ketat yang berlaku.

Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Penajam Paser Utara Komisaris Polisi (Kompol) Awan Kurnianto menyatakan bahwa IPAL berteknologi lengkap ini didatangkan langsung dari Jakarta. Penggunaan sistem modern ini merupakan bagian dari komitmen Polres dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Penggunaan IPAL standar BGN ini menandai dimulainya kembali operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara. Sebelumnya, SPPG sempat dihentikan sementara karena belum memenuhi standar ketat yang baru diterapkan untuk dapur MBG.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang kini digunakan oleh dapur MBG Polres Penajam dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk memastikan kualitas air buangan. Sistem ini mencakup mesin aerator penghasil gelembung udara, yang berperan penting dalam proses penguraian limbah secara efektif.

Selain aerator, IPAL tersebut juga memanfaatkan zat khusus yang dirancang untuk mengurai limbah secara optimal. Tujuannya adalah agar air yang dibuang ke lingkungan benar-benar bersih dan tidak menimbulkan pencemaran.

Untuk menguji efektivitas dan kualitas air hasil olahan, dilakukan uji coba dengan menempatkan ikan pada bak penampungan akhir. Apabila ikan mampu bertahan hidup, hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa air hasil olahan sudah aman bagi ekosistem sekitar.

Sebelumnya, operasional SPPG Polres Penajam Paser Utara sempat dihentikan sementara karena IPAL yang ada belum memenuhi standar yang ditetapkan. Aturan terkait dapur MBG semakin diperketat, sehingga penyesuaian dengan standar yang lebih detail menjadi suatu keharusan.

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kalimantan Timur telah mengambil sampel air dari IPAL dapur MBG untuk diuji kualitasnya. Hasil evaluasi ini juga akan mencakup Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan dokumen penting untuk operasional.

Setelah hasil uji Labkesda Kalimantan Timur keluar dan dinyatakan memenuhi standar, laporan tersebut akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Proses ini diperlukan untuk mendapatkan supervisi dan persetujuan sebelum operasional SPPG dapat dijalankan kembali secara penuh.

Kompol Awan Kurnianto menegaskan komitmen SPPG Polres Penajam Paser Utara untuk memastikan air limbah dari pengelolaan dapur MBG benar-benar bersih. Hal ini dilakukan demi menjaga lingkungan agar tidak tercemar.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Polres Penajam Paser Utara memberikan manfaat signifikan bagi ribuan peserta didik. Tercatat, SPPG ini melayani sedikitnya 1.189 peserta didik penerima manfaat.

Peserta didik tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, meliputi Sekolah Dasar (SD) Negeri 008, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 21, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8. Semua sekolah ini berlokasi di Kecamatan Penajam.

Dengan beroperasinya kembali dapur MBG yang kini didukung oleh IPAL standar BGN, program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Hal ini memastikan bahwa peserta didik mendapatkan asupan gizi yang layak tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi