Pemkab Aceh Barat Mulai Pembangunan Rumah Dhuafa, Libatkan Forum Tokoh Peduli
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggandeng Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) memulai pembangunan rumah dhuafa bagi warga miskin, mengatasi kebutuhan mendesak akan hunian layak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah memulai inisiatif penting dalam upaya menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Pembangunan rumah dhuafa bagi warga kurang mampu kini sedang berlangsung di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, kabupaten setempat.
Proyek pembangunan rumah layak huni ini merupakan hasil kolaborasi dengan Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB). Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat krusial dan berasal dari program FTPAB. Inisiatif ini diharapkan dapat mengangkat derajat kehidupan warga miskin.
Warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak, seperti hunian dari pelepah rumbia, akan menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah berharap rumah-rumah baru ini nantinya dapat segera dihuni. Ini adalah langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
Kolaborasi Strategis Atasi Kebutuhan Rumah Dhuafa
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan bahwa program pembangunan rumah layak huni ini bersumber dari bantuan FTPAB. Pemerintah daerah menyambut baik dukungan dari forum tersebut. Sinergi antara pemerintah dan komunitas sangat vital dalam pembangunan.
Adami Umar, Ketua FTPAB, menyatakan bahwa setiap unit rumah yang akan dibangun nantinya akan memiliki tiga kamar tidur. Desain ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para penghuni. Standar kualitas menjadi perhatian utama dalam setiap pembangunan.
Anggaran untuk satu unit rumah dhuafa diperkirakan mencapai sekitar Rp 90 juta per unitnya. Meskipun demikian, angka ini bersifat relatif dan masih bisa berubah. FTPAB berupaya memastikan efisiensi dan transparansi dana.
Tantangan dan Kapasitas Pembangunan Rumah Dhuafa di Aceh Barat
Data dari Satgas RTLH dan DTSEN Pemkab Aceh Barat menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Terdapat sebanyak 687 unit rumah dhuafa yang memerlukan penanganan cepat di seluruh Kabupaten Aceh Barat. Angka ini mencerminkan skala masalah kemiskinan hunian yang besar.
Bupati Tarmizi mengakui bahwa kemampuan daerah masih terbatas dalam mengatasi jumlah tersebut. Bersama DPRK dan dari dana CSR, Pemkab hanya mampu membangun sekitar 50 unit per tahun. Kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan sangat signifikan.
Kondisi ini menegaskan pentingnya peran serta berbagai pihak. Forum Tokoh Peduli Aceh Barat menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat pembangunan ini. Pemerintah daerah terus mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Ajakan Partisipasi dan Harapan Masa Depan Pembangunan Rumah Layak Huni
Tarmizi mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk menginfakkan hartanya, guna membantu masyarakat yang sangat membutuhkan rumah layak huni. Ia menambahkan bahwa forum ini juga merupakan wadah atau ladang amal bagi semua pihak.
Adami Umar berharap dari satu unit rumah yang mulai dibangun saat ini, nantinya akan menjadi inspirasi untuk rumah dhuafa lainnya yang dapat dibantu di Kabupaten Aceh Barat. Ketersediaan dan kesiapan anggaran dari para donatur menjadi kunci keberlanjutan program.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dan menyumbangkan hartanya untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Aceh Barat melalui FTPAB dapat menghubungi Ketua FTPAB, Adami Umar. Sumbangan juga bisa disalurkan langsung ke Bank Aceh dengan nomor rekening 06002240002026 atas nama Forum Tokoh Peduli Aceh Barat.
Sumber: AntaraNews