Fakta Menarik: Target 100 Unit dari Swasta, Wali Kota Apresiasi Program Bedah Rumah Singkawang
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengapresiasi program Bedah Rumah Singkawang oleh Yayasan TCM Peduli Kasih yang menargetkan 100 unit, mendorong sinergi pemerintah dan komunitas.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie baru-baru ini menyampaikan apresiasi tinggi. Apresiasi ini ditujukan kepada Yayasan TCM Peduli Kasih atas inisiatif program bedah rumah di Kota Singkawang. Program ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup warga.
Program kemanusiaan ini bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Tjhai Chui Mie menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga sosial sangat dibutuhkan.
Apresiasi ini disampaikan pada Minggu, 05 Oktober, menyoroti dampak positif kegiatan sosial. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata.
Sinergi Kuat Wujudkan Hunian Layak di Singkawang
Wali Kota Tjhai Chui Mie secara tegas menyatakan terima kasih kepada Yayasan TCM Peduli Kasih. Beliau juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam program bedah rumah ini. Program ini sangat vital karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Yayasan TCM Peduli Kasih memiliki target ambisius untuk membangun 100 unit rumah layak huni dalam satu tahun. Wali Kota menilai target ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang mendalam. Ini juga menunjukkan semangat gotong royong lintas elemen masyarakat dalam membantu sesama.
Kegiatan sosial semacam ini memperkuat semangat kolaborasi yang ada di Singkawang. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mengatasi persoalan sosial secara berkelanjutan.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian, gotong royong, dan partisipasi aktif semua pihak,” katanya. Beliau berharap program bedah rumah ini terus berlanjut.
Progres dan Tantangan Program RTLH Pemerintah Kota
Di sisi lain, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh pemerintah kota juga menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, program yang bersumber dari APBD Kota telah mencapai 80 persen penyelesaian. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Singkawang, Awang Dicko Mahendra, menjelaskan detailnya. Sebanyak 36 dari 45 unit RTLH yang didanai APBD Kota telah rampung hingga September 2025. Pembangunan RTLH menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Selain dari APBD Kota, Singkawang juga mendapatkan dukungan serupa dari pemerintah provinsi dan pusat. Tahun ini, 10 unit RTLH dialokasikan melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat. Sementara itu, 25 unit lainnya bersumber dari APBN.
Meskipun demikian, Dicko mengungkapkan beberapa kendala yang kerap dihadapi di lapangan. Masalah seperti status kepemilikan tanah menjadi isu utama. Keterbatasan tenaga tukang dan sulitnya mendapatkan material bangunan juga menjadi tantangan.
Mengatasi Hambatan Demi Hunian Layak
“Masalah biasanya terkait kepemilikan tanah,” ungkap Awang Dicko Mahendra. “Ada yang masih tanah warisan atau bukan atas nama pribadi, sehingga membutuhkan persetujuan pihak keluarga.” Kondisi ini seringkali memperlambat proses pelaksanaan program.
Selain itu, ketersediaan tukang yang memadai juga menjadi isu penting. Sulitnya mendapatkan material bangunan di lokasi tertentu turut menambah kompleksitas. Tantangan ini memerlukan pendekatan yang cermat dan solusi inovatif.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Dicko tetap mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat. Warga ikut terlibat dalam pembangunan RTLH melalui semangat gotong royong. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan mulia ini.
Wali Kota berharap program Bedah Rumah Singkawang ini akan terus berlanjut dan menginspirasi komunitas lain. Rumah yang layak huni bukan hanya sekadar tempat berlindung. Namun juga merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan martabat warga.
Sumber: AntaraNews