Derby Romero memiliki pengalaman yang tak terlupakan saat syuting film Ikatan Darah di Semarang, Jawa Tengah, ketika ia mengalami heat stroke.
Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang serius akibat cuaca panas, di mana suhu tubuh dapat meningkat drastis hingga mencapai 40 derajat Celsius, dan jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, disfungsi organ vital, bahkan kematian.
Derby menceritakan bagaimana ia terkena heat stroke saat berada di lokasi syuting Ikatan Darah, yang dimulai ketika ia menjalani adegan lari dengan cepat.
Hari itu, cuaca di Semarang sangat panas. Derby mengenakan kostum atasan ber-hoodie untuk adegan tersebut. Awalnya, ia merasa baik-baik saja dan berhasil mengeksekusi adegan lari sesuai arahan sutradara Sidharta Tata.
Namun, setelah beberapa jam, suhu tubuhnya mulai melonjak. "Aku enggak sadar bahwa badanku overheat. Kami syuting di Semarang, panasnya saat itu kayaknya lagi heat wave. Suhunya mungkin 39 sampai 40 derajat Celsius. Aku harus lari karena (hari itu) banyak adegan sprint pakai hoodie," ungkap Derby Romero dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini.
Gejala yang dirasakan Derby saat syuting masih segar dalam ingatannya. Ia mengalami kepala yang tiba-tiba puyeng dan tubuh yang lemas, tetapi tidak menyadari bahwa ini adalah tanda-tanda heat stroke. Justru Sidharta Tata, sang sutradara, yang menyadari kondisi Derby dan langsung menduga bahwa pemainnya mengalami heat stroke. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Derby mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan saat bekerja di bawah cuaca ekstrem.
Advertisement
Ketika berdiri, Sidharta Tata merasakan pandangannya gelap dan tubuhnya goyah, seolah-olah akan pingsan. Ia kemudian dibantu oleh kru untuk beristirahat, dan setelah diperiksa, ternyata suhu tubuhnya sangat tinggi. Ia mencurigai bahwa ini adalah gejala heat stroke dan segera dilakukan pendinginan pada tubuhnya. Tak lama setelah itu, ia muntah air.
Setelah insiden tersebut, Sidharta Tata mengambil keputusan untuk menghentikan syuting untuk Derby Romero meskipun adegan tersebut belum sepenuhnya selesai. Adegan yang melibatkan Bilal, yang diperankan oleh Derby Romero, pun menjadi out of frame. Derby Romero diminta untuk kembali ke hotel agar dapat beristirahat dan memulihkan kondisi fisiknya hingga benar-benar sehat.
Advertisement
"Sebenarnya waktu itu masih ada adegan lari lagi ke atas, tapi karena aku sudah kayak begitu keadaannya, Tata berpikir aku harus istirahat. Akhirnya aku dipulangkan. Tenaga medis stand by 24 jam," kata Derby Romero.
Dalam film Ikatan Darah, Derby berperan sebagai Bilal, yang merupakan kakak dari Mega (Livi Ciananta). Dalam cerita, Bilal terjerat dalam dunia judi dan terpaksa meminjam uang dari ketua gangster bernama Primbon (Rifnu Wikana). Tindakan tersebut membawa Bilal ke dalam masalah besar, di mana ia harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang diambilnya, termasuk dikejar oleh anak buah Primbon yang menginginkan pembayaran. Selain itu, situasi ini menggambarkan betapa berbahayanya terlibat dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam dunia gelap.
Advertisement
Walaupun mengalami heat stroke, Derby Romero tidak merasa trauma dengan perannya sebagai Bilal. Menurutnya, syuting Ikatan Darah ibarat liburan karena diisi oleh teman-teman semua. Meskipun merasa lelah, ritme kerja di lokasi syuting terasa sangat sesuai. "Aku bisa bilang ini salah satu film yang sangat kubanggakan dalam karier. Prosesnya paling menyenangkan selama aku bermain film," ungkap Derby Romero. Hingga saat ini, Ikatan Darah masih dapat disaksikan di bioskop.