Respons Presiden Prabowo Usai Buruh Minta Fasilitas Daycare
Usulan tersebut merupakan masukan baik yang akan segera direalisasikan pemerintah dalam waktu dekat.
Presiden Prabowo Subianto merespons langsung keluhan buruh di perayaan Hari Buruh Internasional (May Day), Monas, Jumat (1/5/2026). Keluhan itu terkait dengan penyediaan fasilitas penitipan anak atau daycare bagi pekerja.
Menurutnya, usulan tersebut merupakan masukan baik yang akan segera direalisasikan pemerintah dalam waktu dekat.
"Tadi disampaikan buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang baik, akan kita perjuangkan dan laksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.
Siapkan 1 Juta Rumah
Tak hanya soal daycare, Kepala Negara juga memaparkan target ambisius pembangunan minimal 1 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sepanjang 2026.
Menariknya, hunian ini nantinya tidak dibangun di lokasi yang jauh dari tempat kerja.
"Rumah-rumah ini akan dibuat di klaster yang dekat dengan kawasan industri. Dekat dengan tempat bekerja," imbuhnya.
Konsep perumahan tersebut dirancang sebagai kota mandiri yang dilengkapi fasilitas publik mulai dari sekolah, rumah sakit, sarana olahraga, hingga daycare terintegrasi.
Prabowo pun menjanjikan soal adanya integrasi transportasi umum yang bakal disediakan di sana. Misalnya saja kereta api dan bus dengan harga lebih terjangkau, terutama bagi mereka yang memegang kartu buruh.
"Kita akan coba nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transport dengan harga yang sangat ringan. Supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar," pungkasnya.