Ogah Turun ke Jalan, Buruh Semarang Titip Pesan Kenaikan Gaji ke Gubernur Lewat Aksi Jalan Sehat
Para pekerja di Jawa Tengah ini memilih merayakan May Day dengan jalan sehat sepanjang 4 kilometer bersama Gubernur Ahmad Luthfi.
Ribuan buruh tumpah ruah di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Jumat (1/5/2026) pagi. Alih-alih melakukan aksi turun ke jalan dengan demo, para pekerja di Jawa Tengah ini memilih merayakan May Day dengan jalan sehat sepanjang 4 kilometer bersama Gubernur Ahmad Luthfi.
Langkah ini kemudian diapresiasi oleh Gubernur sebagai bentuk harmonisasi hubungan industrial.
Ia bahkan menyebut kaum buruh sebagai motor utama di balik pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang menyentuh angka 5,37 persen.
"Kalianlah pahlawan dalam mengembangkan ekonomi Jawa Tengah. Hidup buruh!" seru Luthfi.
Demo Khawatir Ambyar
Bagi para buruh, pola peringatan seperti ini dirasa lebih humanis. Mardia, buruh asal PT Semarang Garmen, mengaku lebih bangga dengan kegiatan positif dibanding demonstrasi yang berisiko ricuh.
"Kalau demo malah khawatir nanti ambyar. Lebih baik begini saja," cetusnya.
Meski suasana cair, tuntutan kesejahteraan tetap menggema. Satrio Nugroho dari PT Bina Guna Kimia secara lugas menitipkan pesan agar kenaikan gaji ke depan bisa lebih signifikan.
Senada dengan itu, Ketua KSPN Kabupaten Semarang, Sumanta, menegaskan bahwa jalur audiensi kini menjadi prioritas mereka dibanding aksi jalanan.
Respons cepat pemerintah daerah terkait UMK tahun lalu menjadi alasan kuat mengapa serikat buruh lebih memilih dialog.
"Penyampaian aspirasi tidak harus turun ke jalan kalau komunikasinya lancar. Kecuali kalau sudah buntu, baru kita bergerak," tegas Sumanta.
Saat ini, pihaknya tengah membidik perjuangan upah sektoral, terutama di industri garmen dan tekstil yang menjadi tulang punggung Kabupaten Semarang.