Menteri Bahlil Minta Pertamina Segera Serap Produksi Minyak Sumur Rakyat
Bahlil tak ingin menganakemaskan. Menurutnya, baik pertamina maupun perusahaan swasta akan diperlakukan sama, tidak ada yang berbeda.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina (Persero) segera menyerap minyak produksi sumur rakyat. Khususnya setelah pemerintah memastikan aspek legalitas dalam pengelolaan sumur rakyat.
"Jadi masyarakat juga sekarang sudah bisa mengambil hasil bumi minyak dengan baik. Tolong yang sudah dikasih tunjuk itu, tolong diambil minyaknya cepat," kata dia dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).
"Ada Pertamina, saya dengar katanya laporan Pertamina masih lambat-lambat. Tolong dipercepat Pertamina," sambung Bahlil.
Meskipun berstatus BUMN, Bahlil tak ingin menganakemaskan. Menurutnya, baik pertamina maupun perusahaan swasta akan diperlakukan sama, tidak ada yang berbeda.
"Jangan kalian pikir kalian BUMN terus bisa buat lambat-lambat ya. Ini aku kasih tahu baik-baik duluan ini. Saya akan sampaikan equal treatment," tegas dia.
Bagi negara, lanjut Bahlil, berpihak kepada BUMN itu penting, tapi jauh lebih penting adalah memikirkan semua kepentingan negara.
“KKKS yang lain juga mempunyai kontribusi yang sama terhadap pembangunan bangsa dan negara di negara kita tercinta," tuturnya.
UMKM Dilibatkan
Bahlil kembali menekankan, pengusaha kecil hingga UMKM punya peran sama pentingnya di sektor hulu migas seperti para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar semisal Pertamina.
"Dalam kaitannya dengan pemerataan, untuk di sektor hulu migas ini tidak hanya kita memikirkan perusahaan-perusahaan besar," dia menekankan.
"Saya meminta kepada teman-teman KKKS yang telah ditunjuk untuk menerima hasil crude daripada kelompok koperasi maupun UMKM yang di belakang rumahnya ada sumur minyak yang sudah terjadi selama puluhan tahun," ucapnya.