4 Pemuda di Makassar Lompat ke Sungai Pampang Usai Pesta Miras, 1 Ditemukan Tewas
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar mengatakan empat pemuda melompat ke kanal.
Empat pemuda dilaporkan melompat ke Sungai Pampang, Kecamatan Panakkukang, usai mengonsumsi minuman keras (miras). Peristiwa tersebut berujung tragis setelah salah satu dari mereka, seorang pemuda bernama Omah (25), tenggelam dan ditemukan meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar mengatakan empat pemuda melompat ke kanal duduga karena merasa gerah usai mabuk miras. Namun nahas, salah seorang korban bernama Omah diduga tidak sadarkan diri hingga akhirnya tenggelam terbawa arus kanal.
"Informasi sementara, mereka habis minum minuman keras lalu turun ke kanal karena merasa gerah. Namun salah satu korban diduga tidak sadarkan diri dan tenggelam," ujar Fadli kepada wartawan.
Meninggal Dunia
Sementara Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan setelah dilakukan pencarian, Omah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 85 meter dari lokasi duga tenggelam.
"Pencarian hari kedua akhirnya membuahkan hasil, korban ditemukan sekitar 85 meter dari lokasi diduga tenggelam pada pukul 14.45 WITA," ungkap Andi Sultan,
Menurutnya, penemuan korban berhasil setelah Tim SAR Gabungan melakukan proses pencarian hari kedua dengan melibatkan puluhan unsur yang tergabung.
"Proses pencarian hari kedua dilaksanakan sejak pagi dengan menggunakan perahu karet menyisir dari lokasi korban terlihat tenggelam menuju ke muara sungai sejauh 500 meter," ungkap Sultan.
Tim SAR Gabungan
Ditambahkan bahwa selain penyisiran, Tim SAR Gabungan juga menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin tempel membuat gelombang buatan agar terjadi pergerakan arus di sekitar lokasi pencarian.
"Tim membuat gelombang buatan menggunakan perahu karet, selebihnya melakukan penyisiran di kiri dan kanan kanal sungai pampang," jelas Sultan.
Akhirnya, setelah beberapa kali dilakukan metode gelombang buatan, korban akhirnya muncul dan ditemukan sekitar 85 meter.
"Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga," katanya.