Kritik Moeldoko Soal Insentif Kendaraan Listrik
Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, memberikan kritik terhadap insentif kendaraan listrik yang tidak konsisten.
Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), memberikan kritik kepada pemerintah mengenai insentif untuk mobil listrik.
Ia menekankan bahwa perkembangan kendaraan bertenaga baterai di Indonesia memberikan manfaat besar yang dapat dirasakan oleh konsumen dan negara.
Menurutnya, ada beberapa keuntungan dari penggunaan mobil listrik, seperti efisiensi, dampak positif terhadap lingkungan, dan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Kita berkontribusi kepada negara, pasti karena efisiensi subsidi pemerintah berkurang untuk BBM. Bayangkan, pemerintah harus menggelontorkan sekian triliun, untuk subsidi dan bisa dikurangi karena kesadaran masyarakat pindah ke mobil listrik," ujarnya saat konferensi pers Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), dikutip Liputan6.com.
Dengan berbagai manfaat yang muncul dari peralihan ke kendaraan listrik, Moeldoko berpendapat bahwa pemerintah seharusnya tidak ragu untuk memberikan subsidi atau insentif kepada pengguna mobil dan motor listrik.
"Tapi sayangnya, kebijakan dari negara ini naik turun, tidak konsisten. Kalau lagi ingat, seperti sekarang ini diberlakukan lagi. Setahun lalu, lupa. Dari subsidi yang lama, setelah itu tidak ada lagi subsidi," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan di era Presiden Joko Widodo ini.
Ketidakhadiran insentif berpotensi menimbulkan dampak luas, termasuk menurunnya penjualan di dealer mobil dan motor listrik, karena mereka harus menunggu untuk mendapatkan kepastian mengenai subsidi.
Dirinya menambahkan bahwa pembeli juga berada dalam posisi menunggu, terutama untuk mengetahui kapan subsidi pemerintah akan mulai berlaku.
"Berikutnya, pembeli juga menunggu, kapan subsidi pemerintah akan turun. Sudah diumumkan, tapi kapan diberlakukannya, masih menunggu lagi," tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian kebijakan dapat menghambat pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia, meskipun potensi dan manfaatnya sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Kebijakan Baru Kendaraan Listrik
Pria yang juga merupakan founder dari merek Mobil Anak Bangsa (MAB) ini mengungkapkan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah yang sering kali diambil secara mendadak.
Menurutnya, keputusan tersebut akan berdampak pada kesiapan industri yang tidak dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan kebijakan.
"Dunia industri yang tidak bisa menerima sebuah kebijakan seperti itu, industri akan mengatur dengan baik," tegasnya. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar industri dapat beroperasi dengan optimal.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memberikan subsidi kepada pengguna sepeda motor, konversi, dan mobil.
"Tapi, Alhamdulillah, pemerintah saat ini telah memberikan subsidi kepada pengguna sepeda motor, konversi, dan mobil. Kita beri tepuk tangan kepada pemerintah," tukasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, ada juga upaya positif dari pemerintah untuk mendukung perkembangan industri otomotif di Indonesia.