Momen Kontroversial Perjalanan Cristiano Ronaldo Bawa Al Nassr Juara Saudi Pro League 2025/2026
Pada Jumat (22/05/2026) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo berhasil mengantarkan Al Nassr meraih gelar juara Saudi Pro League
Pada Jumat (22/05/2026) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo berhasil mengantarkan Al Nassr meraih gelar yang selama ini mereka impikan: juara Saudi Pro League. Namun, pencapaian ini tidak lepas dari kontroversi yang mengelilingi perjalanan klub dan proyek besar sepak bola Arab Saudi secara keseluruhan.
Sebelumnya, pada bulan Februari, Ronaldo sempat tidak tampil dalam dua pertandingan di Saudi Pro League, yang memicu banyak spekulasi. Salah satu isu yang beredar adalah dugaan ketidakpuasan Ronaldo terhadap pengelolaan klub oleh Public Investment Fund (PIF) jika dibandingkan dengan rival utama mereka, Al-Hilal.
Di sisi lain, ada juga tuduhan bahwa kompetisi Saudi Pro League terlalu berpihak kepada Cristiano Ronaldo dan Al-Nassr pada musim ini. Beberapa pemain, seperti penyerang Al-Ahli, Ivan Toney, dan winger Brasil, Galeno, secara terbuka mempertanyakan netralitas liga.
Mereka merasa bahwa keputusan-keputusan yang diambil dalam liga ini cenderung menguntungkan Ronaldo dan klubnya, menciptakan ketidakadilan di antara tim-tim lainnya. Kontroversi ini menambah warna pada perjalanan Al Nassr di kompetisi domestik, sekaligus menarik perhatian dunia terhadap perkembangan sepak bola di Arab Saudi.
Polemik yang Bisa Merusak Citra Saudi Pro League
Pada suatu kesempatan, Cristiano Ronaldo akhirnya memberikan tanggapannya terkait isu yang berkembang. Kapten tim nasional Portugal tersebut berpendapat bahwa kontroversi yang terjadi justru merusak citra dari Saudi Pro League.
"Saya rasa ini tidak baik untuk liga. Semua orang mengeluh. Ini sepak bola, bukan perang... tetapi tidak semuanya diperbolehkan," ujar Ronaldo. Dia menekankan pentingnya menjaga integritas liga dan tidak membiarkan keluhan yang tidak konstruktif merusak suasana.
Lebih lanjut, Ronaldo menyatakan, "Saya akan berbicara di akhir musim karena saya telah melihat banyak hal buruk. Banyak pemain mengeluh lewat Instagram, Facebook, berbicara soal wasit, liga, hingga proyek yang sedang berjalan. Itu tidak bagus. Itu bukan tujuan liga ini."
Dengan pernyataan tersebut, Ronaldo menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan liga dan berharap agar para pemain dapat lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat mereka.
Mulai Kurangnya Antusiasme terhadap Olahraga di Arab Saudi
Sorotan terhadap proyek olahraga Arab Saudi semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan April, dilaporkan bahwa PIF akan menghentikan pendanaan untuk LIV Golf setelah musim ini berakhir.
Selain itu, penyelenggaraan 2029 Winter Asian Games juga resmi ditunda tanpa batas waktu. Di dunia tenis, turnamen final musim WTA disebut-sebut akan meninggalkan Arab Saudi setelah kontrak tiga tahunnya berakhir pada akhir tahun ini.
Di sektor sepak bola, suasana euforia yang sebelumnya melanda pada tahun 2023 perlahan mulai memudar. Jika sebelumnya media dipenuhi dengan rumor tentang kedatangan pemain-pemain elite Eropa ke Saudi Pro League, kini pendekatan yang dilakukan oleh klub-klub Saudi mulai mengalami perubahan.
Sebuah Momentum
Simon Chadwick, seorang pengamat olahraga internasional, berpendapat bahwa keberhasilan Cristiano Ronaldo di Al-Nassr bisa menjadi momen krusial untuk mengembalikan daya tarik sepak bola di Arab Saudi.
Dia menekankan, "Kesuksesan Ronaldo dan Al-Nassr dapat memberikan dorongan besar yang memang sangat dibutuhkan sepak bola Arab Saudi, yang belakangan mulai kesulitan mempertahankan hype seperti tiga tahun lalu."
Walaupun demikian, Saudi Pro League tetap aktif dalam bursa transfer. Contohnya, Al-Qadsiah mengeluarkan sekitar 57 juta poundsterling untuk mendatangkan striker Italia, Mateo Retegui, pada musim panas lalu.
Selain itu, Al-Hilal juga merekrut Darwin Nunez dengan nilai transfer mencapai 46 juta poundsterling. Namun, ada perubahan dalam strategi klub-klub Saudi, yang kini lebih memilih untuk merekrut pemain muda yang masih memiliki potensi nilai jual tinggi di masa depan, daripada hanya mengejar nama besar veteran.
Di sisi lain, sumber di Riyadh mengungkapkan bahwa pintu untuk superstar kelas dunia tetap terbuka. Nama Mohamed Salah menjadi target utama Al-Ittihad, terutama setelah dipastikan bahwa dia akan meninggalkan Liverpool pada musim panas ini, tentu saja dengan syarat harga yang dianggap wajar.
Dengan demikian, meski fokus pada pemain muda, klub-klub Saudi masih menunjukkan ketertarikan terhadap pemain bintang yang dapat meningkatkan profil liga mereka.
Perubahan Strategi Klub Saudi Pro League
Keberhasilan Ronaldo bersama Al Nassr dapat dianggap sebagai validasi dari investasi yang sangat besar yang dilakukan Arab Saudi dalam dunia sepak bola.
Namun, di sisi lain, peristiwa ini juga bisa menjadi tanda "perpisahan terakhir" dari era ketika klub-klub Saudi mengeluarkan lebih dari 700 juta poundsterling hanya dalam satu jendela transfer. Saat ini, masa depan dari proyek ambisius ini masih menjadi tanda tanya.
"Sekarang tergantung pada semua klub, liga, dan para pengambil keputusan di negara itu untuk memanfaatkan kesuksesan yang telah dibantu Ronaldo hadirkan," ungkap Chadwick.
Dalam konteks ini, satu hal yang jelas: separuh kota Riyadh yang berwarna kuning dan jutaan penggemar Ronaldo di seluruh dunia masih memiliki alasan kuat untuk merayakan sejarah yang telah tercipta.
Sumber: BBC