Tim SAR Temukan Jasad Pelajar Pangandaran, Terseret Ombak Saat Bermain
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad pelajar Pangandaran yang hilang terseret ombak di Pantai Timur. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang melibatkan berbagai unsur.
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan menemukan seorang pelajar dalam kondisi meninggal dunia. Korban sebelumnya hilang karena terseret arus ombak saat bermain di Pantai Timur Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang menikmati suasana pantai.
Korban, Muhamad Luthfi Padilah (14), dilaporkan hilang terseret ombak pada Jumat (27/3) pagi ketika berenang bersama temannya. Pencarian segera dilakukan oleh tim gabungan segera setelah laporan diterima. Jasad korban akhirnya ditemukan pada Jumat (27/3) malam, mengakhiri harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat.
Jasad Luthfi ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi terakhir ia terlihat. Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin, menyatakan, "Ditemukan sekitar 500 meter dari 'last known position' dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya Tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi." Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya arus laut.
Kronologi Tragedi di Pantai Timur
Peristiwa nahas ini bermula ketika Muhamad Luthfi Padilah dan Muhamad Harian Azam (15) sedang berenang di dekat tembok pemecah gelombang laut. Mereka ditemani oleh seorang saksi yang juga merupakan teman mereka. Ketiganya menikmati suasana pantai pada pagi hari, sebelum insiden terjadi.
Tiba-tiba, ombak besar datang dan menyeret Luthfi serta Azam ke tengah laut. Saksi yang melihat kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan. Namun, kuatnya arus dan hantaman ombak membuat upaya penyelamatan sangat sulit, bahkan berbahaya.
Saksi berhasil menyelamatkan Muhamad Harian Azam ke tepi pantai dengan susah payah. Sayangnya, Luthfi terlepas dari genggamannya dan terbawa arus ombak yang semakin kuat. Setelah Luthfi hilang dari pandangan, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk memulai pencarian.
Operasi Pencarian dan Penemuan Jasad Pelajar Pangandaran
Menanggapi laporan kehilangan, Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian. Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin, menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara intensif di sekitar lokasi kejadian. Berbagai metode digunakan untuk menyisir area perairan Pantai Timur Pangandaran dengan cermat.
Setelah beberapa jam pencarian, jasad Muhamad Luthfi Padilah akhirnya ditemukan. Edwin menjelaskan, "Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka." Penemuan ini terjadi pada Jumat (27/3) malam, mengakhiri penantian keluarga dan tim SAR.
Tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban. Setelah berhasil dievakuasi, jasad Luthfi langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dihentikan, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Sinergi Tim SAR Gabungan dalam Penanganan Bencana
Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai unsur dari lembaga pemerintah dan organisasi sukarela. Basarnas, Pos SAR Pangandaran, dan Satpolairud Polres Pangandaran menjadi tulang punggung dalam koordinasi upaya pencarian. Mereka mengerahkan personel dan peralatan yang memadai untuk operasi tersebut.
Selain itu, Pos TNI AL turut serta memberikan dukungan dalam operasi ini, memperkuat jangkauan dan efektivitas pencarian di laut. Total puluhan personel dikerahkan untuk memastikan setiap sudut area pencarian dapat disisir dengan teliti dan komprehensif.
Organisasi lain seperti SAR Barakuda dan Pangandaran Dive Club juga berperan aktif dalam membantu proses pencarian. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan insiden di perairan. Kerjasama ini penting untuk respons cepat dan efektif dalam situasi darurat.
Sumber: AntaraNews