Tim SAR Temukan Jasad Anak Terseret Ombak di Pantai Ujung Batu Padang
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad seorang anak yang sebelumnya terseret ombak di Pantai Ujung Batu, Padang, Minggu, setelah insiden nahas yang juga menimpa dua korban lainnya.
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan satu anak laki-laki yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Ujung Batu, Kota Padang, Sumatera Barat. Korban ditemukan pada Minggu (01/2) setelah upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai pihak, menandai berakhirnya operasi penyelamatan ini.
Jasad korban, Rozi (8), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang telah berlangsung sejak insiden nahas pada Sabtu (31/1) kemarin, membawa duka mendalam bagi keluarga.
Peristiwa tragis ini terjadi saat Rozi bersama dua temannya, Akbar (8) dan Akmal (8), semuanya berusia delapan tahun, sedang mandi di pantai tersebut dan tiba-tiba terseret arus kencang. Ketiga anak tersebut merupakan warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang, dan dikenal sering bermain di area pantai.
Detail Penemuan dan Evakuasi Korban Rozi
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa korban Rozi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan. Penemuan ini terjadi setelah tim melakukan penyisiran ekstensif di perairan sekitar Pantai Ujung Batu.
Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi menuju rumah duka untuk proses selanjutnya, didampingi oleh petugas dan keluarga. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi medan dan emosi keluarga yang berduka.
Proses pencarian melibatkan pembagian tim menjadi tiga unit yang menyisir area laut menggunakan perahu karet dan perahu nelayan. Upaya ini difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan berhasil membuahkan hasil pada hari Minggu pagi.
Penemuan ini menjadi titik akhir dari pencarian terhadap Rozi, yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah dua temannya ditemukan lebih dulu. Kerja keras tim gabungan membuahkan hasil meski dalam kondisi duka yang mendalam bagi semua pihak yang terlibat.
Kronologi Kejadian Nahas di Pantai Ujung Batu
Insiden tragis ini bermula pada Sabtu (31/1) ketika tiga anak, Rozi, Akbar, dan Akmal, semuanya berusia delapan tahun, sedang mandi di Pantai Ujung Batu, Padang. Mereka tiba-tiba terseret arus ombak yang kuat, menyebabkan ketiganya hilang dari pandangan.
Warga setempat segera melakukan pencarian setelah mengetahui kejadian tersebut, dengan harapan dapat menemukan anak-anak tersebut dalam keadaan selamat. Dalam waktu singkat, warga berhasil menemukan dua korban, Akbar dan Akmal, namun keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara itu, Rozi masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan oleh tim gabungan hingga Minggu. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya arus laut yang tidak terduga, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan ketat di area pantai.
Sinergi Tim SAR Gabungan dalam Operasi Pencarian
Operasi pencarian dan pertolongan korban terseret ombak ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Selain Tim SAR Padang, personel Polairud, TNI, Brimob, dan Satpol-PP turut serta dalam upaya pencarian ini, mengerahkan sumber daya yang dimiliki.
Keterlibatan warga setempat juga sangat membantu dalam mempercepat proses pencarian dan penyisiran area pantai, menunjukkan solidaritas komunitas. Kolaborasi ini menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan banyak tenaga dan keahlian.
Tim gabungan bekerja tanpa henti sejak laporan kehilangan diterima, menunjukkan komitmen dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini menjadi contoh pentingnya kerja sama antarlembaga dalam penanganan bencana dan insiden di perairan.
Sumber: AntaraNews