Bencanan duka di laut terjadi pada dua remaja wisatawan yang sedang berlibur di Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada hari Minggu (22/3). Insiden tragis ini mengakibatkan satu dari mereka ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus kuat ke tengah laut.
Korban yang terlibat adalah Raka (15) dan Sayid Hidayatullah (14), yang merupakan warga Kampung Paku Haji, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menjelaskan langkah-langkah yang diambil tim setelah menerima laporan darurat mengenai kejadian tersebut. Menurut laporan yang diterima, insiden berawal sekitar pukul 14.00 WIB ketika kedua remaja tersebut sedang berenang di pesisir pantai. Tiba-tiba, mereka terseret oleh arus yang kuat. Raka berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai, sedangkan Sayid hilang ditelan ombak.
"Setelah menerima informasi kondisi membahayakan manusia, tim segera melaksanakan brifing pada pukul 15.55 WIB dan langsung melakukan pergerakan cepat menuju lokasi kejadian," ungkap Suryo Adianto dalam keterangannya pada hari Minggu (22/3).
Setelah tiba di lokasi pada pukul 16.25 WIB, Tim SAR Gabungan segera membagi kekuatan menjadi beberapa unit untuk melakukan pencarian secara maksimal. "Kami membagi personel menjadi beberapa SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah timur, sementara SRU kedua menyisir sejauh 2 kilometer ke arah barat dari titik awal kejadian," jelas Suryo.
Upaya pencarian yang melibatkan Polres Sukabumi, Polairud, Balawista, serta relawan dari Sehati Gerak Bersama akhirnya membuahkan hasil menjelang petang.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, korban terlihat muncul di dekat pecahan ombak. Korban kemudian terdorong arus hingga ke pinggir pantai, dengan jarak penemuan kurang lebih 200 meter dari lokasi awal korban hilang,” tambahnya.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim SAR dan semua pihak yang terlibat dalam pencarian.
Advertisement
Setelah tim di lapangan berhasil menjangkau lokasi, jenazah korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada keluarganya.
"Tim SAR Gabungan segera melakukan evakuasi terhadap korban. Saat ini jenazah sudah dibawa ke RSUD Palabuhanratu. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup," ungkapnya.
Dalam operasi ini, tim SAR menggunakan berbagai alat pendukung yang canggih. Mereka mengerahkan Rescue Car Hilux, perahu LCR, Aqua Eye untuk pemindaian bawah air, serta drone untuk pemantauan udara. Semua peralatan ini dimanfaatkan untuk memastikan area pencarian terpantau dengan teliti, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.