Basarnas Jambi Intensifkan Pencarian Anak Hanyut di Sungai Batanghari Tebo
Tim SAR Basarnas Jambi terus melakukan pencarian Agil Berkah Wijata (12), seorang anak yang hanyut di Sungai Batanghari, Tebo Ulu, Jambi, setelah terseret arus deras saat mandi.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Jambi bersama berbagai unsur terkait tengah gencar melakukan operasi pencarian seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. Anak tersebut dilaporkan hanyut terseret derasnya arus Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu sore. Korban, Agil Berkah Wijata, hilang saat sedang mandi bersama teman-temannya di sungai tersebut.
Kejadian tragis ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika Agil dan teman-temannya sedang menikmati waktu mandi di aliran Sungai Batanghari. Diduga kuat, kondisi arus sungai yang sangat deras menjadi penyebab utama korban terseret dan kemudian tenggelam di lokasi tersebut. Warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri, namun hasilnya belum membuahkan hasil hingga laporan diterima tim SAR.
Laporan mengenai insiden anak hanyut ini diterima oleh Pos SAR Bungo pada pukul 19.00 WIB, memicu respons cepat dari pihak berwenang. Satu Search and Rescue Unit (SRU) beranggotakan tujuh personel segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memulai operasi penyelamatan. Tim SAR berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tebo, Polsek Tebo Ulu, serta masyarakat setempat dalam upaya pencarian ini.
Kronologi Hilangnya Korban di Sungai Batanghari
Insiden yang menimpa Agil Berkah Wijata terjadi pada Sabtu, 18 April, sekitar pukul 17.00 WIB. Agil bersama teman-temannya sedang mandi di Sungai Batanghari, sebuah aktivitas yang sering dilakukan anak-anak di daerah tersebut. Namun, kondisi arus sungai yang tidak terduga menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.
Arus Sungai Batanghari yang dilaporkan sangat deras diduga kuat menyeret Agil hingga ia tenggelam dan hilang dari pandangan teman-temannya. Saksi mata di lokasi kejadian segera melaporkan insiden ini kepada warga sekitar. Upaya pencarian awal secara mandiri sempat dilakukan oleh masyarakat setempat, namun korban belum juga ditemukan.
Menyadari kesulitan dalam pencarian mandiri, laporan resmi kemudian disampaikan kepada pihak berwenang. Pada pukul 19.00 WIB, Pos SAR Bungo menerima informasi detail mengenai anak hanyut ini di Desa Bungo Tanjung. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti untuk mengorganisir operasi pencarian yang lebih terstruktur dan masif.
Respons Cepat Tim SAR Gabungan Basarnas Jambi
Setelah menerima laporan, Tim dari Pos SAR Bungo dengan sigap membentuk satu Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari tujuh personel terlatih. SRU ini segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 19.18 WIB, menunjukkan kecepatan respons dalam situasi darurat. Estimasi perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 2,5 jam.
Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 21.48 WIB untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian anak hanyut ini meliputi Pos SAR Bungo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Kepolisian Sektor Tebo Ulu, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Kolaborasi ini penting untuk efektivitas pencarian.
Berbagai sarana pendukung dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian Agil di Sungai Batanghari. Peralatan tersebut mencakup rescue car, landing craft rubber (LCR) atau perahu karet, peralatan medis, perangkat komunikasi, alat evakuasi, serta drone thermal. Penggunaan drone thermal diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban, terutama dalam kondisi minim cahaya atau area sulit dijangkau.
Fokus Pencarian dan Kondisi Terkini di Lokasi
Fokus utama Tim SAR saat ini adalah menyisir area sekitar titik tenggelamnya korban di Sungai Batanghari. Penyisiran dilakukan secara cermat guna mempercepat proses evakuasi dan menemukan Agil. Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan berawan, namun tidak menghalangi jalannya operasi.
Penyisiran sungai dilakukan secara sistematis, mencakup area hulu dan hilir dari lokasi kejadian. Tim terus berupaya keras meskipun arus sungai masih cukup deras, yang menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian ini. Masyarakat di sekitar lokasi juga turut membantu memantau dan memberikan informasi yang mungkin relevan.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu, 19 April, Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang Sungai Batanghari. Semua pihak berharap Agil Berkah Wijata dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi pencarian akan terus berlanjut hingga korban berhasil ditemukan.
Sumber: AntaraNews