Operasi SAR Berakhir: Jasad Wanita Terjun Jembatan Aurduri I Ditemukan di Sungai Batanghari

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Shalsabila Andriany, wanita yang terjun dari Jembatan Aurduri I, setelah tiga hari pencarian intensif di Sungai Batanghari. Bagaimana kronologi penemuannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Operasi SAR Berakhir: Jasad Wanita Terjun Jembatan Aurduri I Ditemukan di Sungai Batanghari
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Shalsabila Andriany, wanita yang terjun dari Jembatan Aurduri I, setelah tiga hari pencarian intensif di Sungai Batanghari. Bagaimana kronologi penemuannya? (AntaraNews)

Tim SAR gabungan berhasil mengakhiri operasi pencarian Shalsabila Andriany (24), seorang wanita yang nekat terjun dari Jembatan Aurduri I Jambi ke Sungai Batanghari. Jasad korban ditemukan pada Minggu (18/1) pagi setelah tiga hari pencarian intensif. Penemuan jasad wanita terjun Jembatan Aurduri ini mengakhiri penantian keluarga dan upaya keras tim penyelamat di lapangan.

Korban Shalsabila Andriany diketahui melompat dari jembatan tersebut pada Jumat (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB, memicu respons cepat dari berbagai pihak. Lokasi penemuan jasad Shalsabila Andriany berada sekitar 20 kilometer dari titik awal kejadian. Proses evakuasi segera dilakukan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Kepala Basarnas Jambi, Adah Sudarsa, mengonfirmasi penemuan ini dan menyatakan bahwa operasi SAR telah resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian jasad wanita terjun Jembatan Aurduri I ini telah kembali ke kesatuan masing-masing setelah menjalankan tugasnya.

Pada Jumat (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB, Shalsabila Andriany (24) terlihat berjalan kaki di sekitar Jembatan Aurduri I, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi. Saksi mata melaporkan bahwa korban kemudian berhenti di tengah jembatan sebelum akhirnya melompat ke Sungai Batanghari. Kejadian tragis ini sontak mengejutkan warga sekitar yang melihatnya.

Warga segera menemukan sepasang sandal milik korban di lokasi kejadian, menjadi petunjuk awal bagi tim penyelamat. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Rescuer Kantor SAR Jambi, Polairud Polda Jambi, Damkar Kota Jambi, dan Polsek Telanaipura, dengan cepat bergerak. Mereka dibantu oleh masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian awal terhadap jasad wanita terjun Jembatan Aurduri tersebut.

Pencarian dilakukan selama tiga hari berturut-turut, membagi tim menjadi beberapa unit (SRU) untuk menyisir area. Penyisiran air dilakukan menggunakan rubber boat dan kapal patroli, mencakup aliran Sungai Batanghari hingga radius 8 kilometer ke arah hilir. Selain itu, pemantauan juga dilakukan dari udara menggunakan drone untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban, khususnya terkait insiden jasad wanita terjun Jembatan Aurduri ini.

Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (18/1), tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan posisi korban. Sekitar pukul 10.15 WIB, jasad wanita terjun Jembatan Aurduri I tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak kurang lebih 20 kilometer dari titik korban melompat.

Penemuan ini menjadi titik terang setelah upaya pencarian yang intensif dan melibatkan banyak pihak. Setelah ditemukan, jasad Shalsabila Andriany segera dievakuasi dari Sungai Batanghari. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi guna penanganan lebih lanjut terkait insiden jasad wanita terjun Jembatan Aurduri.

Keberhasilan menemukan korban dalam waktu tiga hari menunjukkan koordinasi yang baik antarinstansi dan dedikasi tinggi dari seluruh tim. Meski dalam kondisi duka, penemuan ini memberikan kepastian bagi keluarga korban. Penemuan ini juga menandai selesainya misi pencarian yang penuh tantangan di tengah derasnya arus Sungai Batanghari.

Dengan ditemukannya jasad wanita terjun Jembatan Aurduri I, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Pada pukul 11.15 WIB, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut melaksanakan penutupan. Kepala Basarnas Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama yang terjalin selama proses pencarian.

"Terima kasih atas kerja sama seluruh unsur, baik dari Polairud, Damkar, Polsek, hingga masyarakat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian ini," kata Adah Sudarsa. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam setiap operasi penyelamatan. Solidaritas yang ditunjukkan oleh berbagai pihak menjadi kunci sukses penemuan korban jasad wanita terjun Jembatan Aurduri.

Setelah penutupan operasi, seluruh personel yang terlibat dalam pencarian Shalsabila Andriany telah kembali ke kesatuan masing-masing. Mereka telah menjalankan tugas kemanusiaan dengan maksimal, memastikan bahwa korban dapat ditemukan dan dikembalikan kepada keluarganya. Operasi ini menjadi contoh nyata sinergi antarlembaga dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi