Polres Rejang Lebong Bantu Pencarian Anak Hanyut di Drainase
Aparat Polres Rejang Lebong turut serta dalam operasi pencarian intensif seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang hanyut di saluran drainase saat hujan deras melanda wilayah tersebut, memicu kekhawatiran publik.
Rejang Lebong, Bengkulu – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong mengerahkan personelnya untuk membantu pencarian seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang dilaporkan hanyut di saluran drainase. Insiden tragis ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Jumat (10/1) sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban, yang diidentifikasi sebagai Nini, seorang pelajar yang tinggal di Perumahan BTN Blok D, Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, hingga malam hari setelah kejadian masih belum ditemukan. Peristiwa ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, TNI, serta personel dari Polres Rejang Lebong.
Keterlibatan aparat kepolisian dalam operasi pencarian ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani musibah yang menimpa warganya. Keluarga korban juga turut serta aktif dalam upaya pencarian, berharap Nini dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kronologi Anak Hanyut di Saluran Drainase
Menurut keterangan dari pihak keluarga, kejadian nahas ini bermula saat Nini bersama saudari kembarnya, Nana (8), sedang dalam perjalanan pulang setelah bermain di rumah teman mereka. Keduanya berjalan kaki di tengah guyuran hujan deras yang menyebabkan aliran air di saluran drainase atau siring rumah warga menjadi sangat deras.
Nahas, dalam perjalanan tersebut, Nini tergelincir dan jatuh ke dalam saluran drainase yang arusnya sangat kuat. Aliran air yang deras dengan cepat menyeret tubuh Nini, membuatnya langsung hanyut dan hilang dari pandangan.
Melihat saudari kembarnya jatuh dan terseret arus, Nana segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Setelah itu, ia bergegas pulang ke rumah untuk melaporkan kejadian mengerikan tersebut kepada orang tuanya, Muhammad Ikhsan.
Respons cepat dari Nana dan warga sekitar menjadi kunci dalam memulai upaya pencarian awal. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di dekat saluran air, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Upaya Pencarian Intensif Tim Gabungan
Setelah menerima laporan, orang tua korban bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran air irigasi. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil, dan Nini belum berhasil ditemukan.
Kasat Samapta Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, menjelaskan bahwa proses pencarian terus berlanjut dengan melibatkan tim gabungan yang lebih besar. Tim ini terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta personel dari Polres Rejang Lebong.
Koordinasi antarlembaga ini sangat vital untuk memaksimalkan area pencarian dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif. Meskipun kondisi cuaca dan derasnya arus air menjadi tantangan, semua pihak tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian hingga Nini ditemukan.
Pencarian difokuskan pada area drainase tempat Nini hanyut hingga ke aliran irigasi yang lebih luas. Berbagai metode pencarian diterapkan untuk menyisir setiap sudut yang memungkinkan, dengan harapan Nini dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada keluarganya.
Sumber: AntaraNews