Bocah Hanyut Akibat Banjir Lampung Selatan Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Diki Cahyana, bocah 9 tahun yang hanyut akibat banjir Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, memicu keprihatinan dan imbauan kewaspadaan.
Petugas SAR gabungan di Lampung Selatan berhasil mengevakuasi seorang bocah bernama Diki Cahyana (9) yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat banjir bandang. Diki, warga Kecamatan Tanjung Bintang, ditemukan di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (07/03).
Kepala Bidang Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengonfirmasi penemuan tragis ini. "Alhamdulillah anak yang hanyut terbawa arus banjir pada Jumat malam sudah ditemukan dan sudah berhasil dievakuasi oleh SAR gabungan," ujarnya.
Peristiwa banjir bandang yang merenggut nyawa Diki Cahyana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Lampung Selatan pada Jumat (06/03) sore. Kondisi ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerusakan di beberapa desa.
Evakuasi Tragis Korban Banjir Lampung Selatan
Proses pencarian dan evakuasi Diki Cahyana, korban hanyut akibat banjir Lampung Selatan, melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Damkarmat Lampung Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Korban ditemukan di aliran sungai setelah upaya pencarian intensif.
Rully Fikriansyah menyampaikan bahwa penemuan korban dalam keadaan meninggal dunia menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Koordinasi yang solid antarlembaga penanggulangan bencana menjadi kunci dalam operasi pencarian dan evakuasi ini.
Tim di lapangan bekerja tanpa henti sejak laporan hilangnya Diki Cahyana diterima. Kondisi cuaca ekstrem dan arus sungai yang deras menjadi tantangan utama bagi para petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini.
Dampak Hujan Deras dan Desa Terdampak Banjir
Banjir bandang yang melanda Lampung Selatan pada Jumat sore merupakan dampak langsung dari curah hujan yang sangat tinggi. Intensitas hujan yang ekstrem menyebabkan meluapnya debit air sungai dan mengakibatkan genangan di berbagai area, terutama di dataran rendah.
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak tujuh desa di Kecamatan Jati Agung terdampak parah oleh banjir Lampung Selatan ini. Desa-desa tersebut meliputi Pajar Baru, Gedung Harapan, Karang Anyar, Way Hui, Jati Sari, Permata Asri, dan Mogo Dadi.
Akibat banjir, banyak rumah warga terendam lumpur dan material lainnya, mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar, dan upaya pemulihan pasca-bencana memerlukan waktu serta dukungan dari berbagai pihak.
Penanganan Pasca-Banjir dan Imbauan Kewaspadaan
Setelah evakuasi korban, petugas Damkarmat Lampung Selatan bersama BPBD dan Basarnas segera bergerak membantu warga membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur dan puing akibat banjir. Upaya pemulihan ini sangat penting untuk mengembalikan kondisi lingkungan agar layak huni kembali.
Rully Fikriansyah juga mengimbau seluruh warga Lampung Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Mengingat wilayah tersebut masih sering diguyur hujan, risiko terjadinya bencana serupa tetap tinggi.
Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kesiapsiagaan dini dan tindakan pencegahan dapat meminimalkan dampak buruk dari bencana alam yang tidak terduga.
Sumber: AntaraNews