Tim search and rescue (SAR) gabungan di Bandarlampung berhasil menemukan seorang korban hanyut akibat banjir pada Sabtu (7/3) pagi. Korban, yang diketahui bernama Satriya (10), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian yang intensif di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa.
Penemuan ini mengakhiri operasi SAR yang telah berlangsung sejak Jumat (6/3) malam, menyusul laporan awal mengenai insiden tersebut. Satriya dilaporkan hanyut pada Jumat sore sekitar pukul 14.00 WIB setelah hujan deras memicu meluapnya debit air sungai dan menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Komandan Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Ridho Afriza, menyatakan bahwa tim gabungan segera bergerak setelah menerima laporan untuk melakukan penyisiran dan pencarian visual di area kejadian. Operasi ini melibatkan berbagai unsur SAR untuk memastikan jangkauan pencarian yang maksimal.
Advertisement
Advertisement
Informasi mengenai adanya korban hanyut pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung dari Camat Rajabasa pada Jumat (6/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Lampung segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 19.30 WIB.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung berkoordinasi dan memulai upaya pencarian di sekitar area korban diduga hanyut. Penyisiran visual menjadi metode awal yang diterapkan untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban di tengah kondisi pasca-banjir.
Dalam proses pencarian awal ini, tim SAR juga berhasil mengevakuasi seorang warga lanjut usia bernama Aripin Rahman (50). Aripin Rahman ditemukan di sekitar area pencarian dalam keadaan selamat, menunjukkan efektivitas respons cepat dari tim gabungan.
Advertisement
Advertisement
Memasuki hari kedua operasi SAR pada Sabtu (7/3) pagi, tim gabungan kembali melanjutkan pencarian korban Satriya. Area penyisiran diperluas hingga sekitar empat kilometer ke arah hilir dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Untuk mendukung upaya pencarian, tim juga memanfaatkan teknologi drone thermal, yang sangat membantu dalam pemantauan dari udara. Penggunaan drone ini memungkinkan tim untuk mencakup area yang lebih luas dan sulit dijangkau secara manual.
Sekitar pukul 08.15 WIB, upaya keras tim SAR akhirnya membuahkan hasil. Korban Satriya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju rumah duka.
Advertisement
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing, menandai berakhirnya misi kemanusiaan tersebut.
Advertisement
Insiden hanyutnya korban akibat banjir di Bandarlampung ini menjadi pengingat akan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas cukup deras dapat dengan cepat meningkatkan debit air sungai, yang berpotensi menyebabkan luapan dan banjir di permukiman warga.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim penghujan tiba. Penting untuk memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mitigasi risiko dan penanganan dampak bencana banjir.
Advertisement
Sumber: AntaraNews