Banjir Delapan Hari di Semarang, Tiga Orang Meninggal dan Satu Hilang
Korban hilang rata-rata hanyut terseret derasnya air banjir selama empat hari terakhir.
Badan Penanggulangan Banjir Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat tiga orang meninggal dunia dan satu orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa banjir selama delapan hari di wilayahnya. Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian terhadap korban.
"Benar tiga meninggal. Satu korban perempuan inisial RA 9 tahun masih hilang belum diketahui kondisinya," kata Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, Rabu (29/10).
Adapun tiga korban yang hilang rata-rata hanyut terseret derasnya air banjir selama empat hari terakhir. Korban pertama adalah SAP 9 tahun yang tenggelam saat bermain air di kawasan banjir Gebanganom, Kecamatan Genuk.
"Saat itu korban terpeleset saat hendak menyeberangi saluran air yang meluap akibat banjir," ujarnya.
Sedangkan korban kedua, Eko Rusianto, meninggal dunia di ketika membersihkan sampah di kolam retensi Trimulyo, Semarang Timur. Kedua peristiwa tersebut sama-sama terjadi pada Sabtu (25/10).
Korban jiwa selanjutnya menimpa ARA, siswa MI Tarbiyatus Sibyan yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/10) dini hari setelah sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran sungai Jalan Kudan Kidul, Tlogomulyo, Pedurungan, pada Selasa (28/10) siang selepas pulang sekolah.
Melihat banyaknya korban anak akibat hanyut saat banjir, pihaknya memberikan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar genangan banjir.
"Kami ingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah yang masih tergenang. Orang tua juga harus mengawasi anak-anak agar tidak bermain di dekat sungai atau saluran air, karena arus air masih deras," jelasnya.
Endro, terus melakukan penanganan darurat dengan membuka dapur umum sejak 26 Oktober 2025. Selain menyalurkan logistik berupa nasi bungkus dan kebutuhan dasar lainnya, BPBD juga mendirikan posko bantuan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Kondisi banjir terkini, beberapa wilayah masih tergenang, namun genangan air menunjukkan tren surut," tandasnya.