Tiga Orang Meninggal Akibat Banjir di Bandar Lampung
Banjir melanda Kota Bandar Lampung pada hari ini, Senin (21/4) pukul 01.00 WIB.
Tiga orang meninggal dunia akibat banjir melanda Kota Bandar Lampung pada hari ini, Senin (21/4) pukul 01.00 WIB. Banjir ini dipicu curah hujan tinggi.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat mengatakan, luapan air terjadi sekira pukul 03.00 WIB di Jalan Bahari, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
“Tim reaksi cepat (TRC) BPBD melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di bawah kolong mobil, keduanya merupakan keponakan dan paman,” katanya Senin (21/4).
Wahyu mengungkapkan kedua korban itu diketahui bernama Aipin (20) dan Diding (52). Setelah itu, petugas menemukan satu jenazah lagi di sebuah rumah.
“Sementara satu korban berhasil evakuasi di dalam rumah dengan kondisi tertimpa lemari, korban bernama Kunawati (60),” jelasnya.
Ketiga korban saat ini sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Cokro RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung.
Hingga saat ini, kondisi cuaca masih terpantau hujan dengan intensitas sedang. Hujan terjadi di beberapa kabupaten/kota di wilayah Lampung.
Wali Kota Lampung Cek Banjir
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiyana mengaku akan berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Panjang untuk mengurangi banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Panjang, Bandar Lampung.
“Ini sudah kita evaluasi ya, ada gorong-gorong di atasnya ada rumah seperti yang dilakukan warga Kelurahan Sukabumi. Ini akan kita rapikan dan kita akan koordinasi dulu dengan PT Pelindo karena jalan banyak yang tutup di dalam sehingga air tidak bisa keluar,” katanya saat datangi lokasi banjir di Jalan Bahari, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Senin (21/4).
Menurutnya koordinasi ini penting dilakukan agar air dapat mengalir langsung ke arah laut sehingga dapat mengurangi banjir akibat curah hujan yang deras di lain waktu.
“Karena Pelindo bisa menghasilkan peluang air ini keluar. Di depan kantor Pelindo kan kemarin banjir dan sekarang alhamdulilah sudah kita kasih gorong-gorong, dan pintu gerbang Pelindo terbuka yang biasanya tertutup itu kita kasih gorong-gorong,” jelasnya.
Eva mengaku tak akan tinggal diam melihat banjir. Dia mengungkapkan akan berupaya memperbaiki drasinase serta gorong-gorong demi lancarnya aliran air.
“Sekarang kita berkoordinasi dulu gimana jalan keluarnya dan kami terus berupaya gorong-gorong kecil akan kita perbaiki, yang mampet juga kita perbaiki, rumah-rumah yang rusak kita perbaiki juga. Kita akan berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya.
Meski Hujan telah berhenti, namun beberapa wilayah dan jalan di Kota Bandar Lampung masih tergenang oleh air.