BPBD Cianjur Perkuat Koordinasi Tuntaskan Penanganan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

BPBD Cianjur gencar melakukan koordinasi dengan berbagai dinas terkait untuk menuntaskan Penanganan Bencana di wilayahnya akibat cuaca ekstrem. Simak upaya tanggap darurat dan langkah mitigasi jangka panjang yang dilakukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Cianjur Perkuat Koordinasi Tuntaskan Penanganan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem
BPBD Cianjur gencar melakukan koordinasi dengan berbagai dinas terkait untuk menuntaskan Penanganan Bencana di wilayahnya akibat cuaca ekstrem. Simak upaya tanggap darurat dan langkah mitigasi jangka panjang yang dilakukan. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah gencar berkoordinasi dengan dinas terkait guna menuntaskan penanganan bencana alam. Upaya ini dilakukan menyusul cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut selama satu pekan terakhir.

Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh di beberapa lokasi terdampak banjir. Fokus utama penanganan meliputi Kecamatan Mande dan Cipanas, di mana saluran air tidak berfungsi optimal.

Kondisi ini, ditambah curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan air bah menggenangi perkampungan warga di dua wilayah tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa, lebih dari 35 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak dan tergenang lumpur tebal.

Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Cianjur selama sepekan terakhir telah memicu serangkaian bencana banjir dan tanah longsor. Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, memperparah kondisi saluran air yang kurang memadai di beberapa area.

Di Kecamatan Mande dan Cipanas, khususnya Desa Jamali, banjir menyebabkan puluhan rumah terendam lumpur tebal. Sebanyak 35 kepala keluarga di Desa Jamali harus mengungsi demi keselamatan mereka.

Situasi serupa juga terjadi di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, yang terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi. Sekitar 30 kepala keluarga di wilayah ini juga merasakan dampak langsung dari bencana alam tersebut.

BPBD Cianjur tidak bekerja sendiri dalam upaya Penanganan Bencana ini, melainkan berkolaborasi erat dengan berbagai pihak. Polres Cianjur turut serta membantu membersihkan fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak.

Hingga Sabtu petang, penanganan bersama melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Cianjur, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur. Relawan dari berbagai organisasi juga aktif berkontribusi dalam Penanganan Bencana.

Fokus utama kolaborasi ini termasuk membersihkan sungai dari sampah yang terbawa air bah, memastikan aliran air kembali lancar. Sinergi lintas sektoral ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons cepat kondisi darurat.

BPBD Cianjur telah menetapkan target penyelesaian Penanganan Bencana di lokasi terdampak. Penanganan di wilayah banjir Mande ditargetkan tuntas pada hari yang sama.

Sementara itu, penanganan di Desa Batulawang diperkirakan memerlukan waktu dua hari ke depan. Hal ini disebabkan adanya sejumlah lokasi longsor yang menutup landasan jalan Puncak II, memerlukan upaya ekstra untuk pembersihan.

Setelah penanganan darurat tuntas, termasuk mengatasi lumpur tebal yang menutup landasan jalan sehingga sulit dilalui, langkah selanjutnya adalah penanganan tebing yang rawan longsor susulan. Upaya ini penting untuk mencegah gangguan aktivitas warga saat hujan deras kembali turun.

Keterlibatan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Cianjur menjadi kunci dalam menuntaskan penanganan longsor, terutama di jalur Puncak II. Ini merupakan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi