Huma Betang Night Kalteng: Pemprov Apresiasi Seni Budaya dan Pacu Ekonomi Lokal
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Huma Betang Night Kalteng sebagai panggung apresiasi seni dan budaya, sekaligus memacu perekonomian daerah. Acara ini menjadi sarana strategis dalam menjaga eksistensi kearifan lokal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menyelenggarakan Huma Betang Night di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Acara ini berfungsi sebagai panggung utama untuk mengapresiasi seni dan budaya lokal, memberikan ruang tampil yang layak bagi para seniman daerah.
Gelaran Huma Betang Night ini bertujuan untuk terus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Inisiatif ini juga menjadi sarana strategis dalam menjaga eksistensi seni dan budaya daerah agar tetap relevan di berbagai generasi.
Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memacu perekonomian daerah dengan menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran Huma Betang Night mendapat sambutan antusias dari masyarakat, yang memadati area acara.
Mengukuhkan Identitas Budaya Kalimantan Tengah
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa Huma Betang Night merupakan semangat kolektif untuk menjaga nilai kearifan lokal. Beliau menekankan pentingnya menjaga budaya daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang terus bergerak maju.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menambahkan bahwa Huma Betang Night adalah upaya nyata pemerintah provinsi. Tujuannya adalah untuk melestarikan kearifan lokal, menjaga eksistensi seni, budaya, hingga kuliner khas daerah.
Inisiatif ini memastikan bahwa warisan budaya Kalteng tetap hidup dan relevan di antara lintas generasi, sekaligus memperkuat identitas Huma Betang. Hal ini bertujuan untuk memperkokoh nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni sebagai karakter utama masyarakat Kalimantan Tengah.
Dorong Perekonomian Lokal Melalui UMKM
Huma Betang Night tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, tetapi juga menjadi platform vital bagi perekonomian daerah. Acara ini secara khusus menyediakan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka dan meningkatkan perputaran ekonomi.
Gubernur Agustiar Sabran secara langsung menyebutkan bahwa ruang yang diberikan kepada UMKM adalah sarana efektif untuk memacu perekonomian lokal. Kehadiran masyarakat yang memadati kawasan Bundaran Besar diharapkan semakin mendorong aktivitas ekonomi.
Berbagai penampilan seni dan budaya daerah, seperti Karungut dan tarian tradisional, turut memeriahkan acara. Artis lokal juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakat terbaiknya, menarik lebih banyak pengunjung dan potensi pembeli bagi UMKM.
Peluncuran Agenda Penting dan Ruang Publik Inklusif
Dalam gelaran Huma Betang Night ini, beberapa agenda penting turut diluncurkan untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah kalender kegiatan Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah, yang dinanti-nantikan oleh warga.
Selain itu, Kanal Lapor Pak Gub juga resmi diperkenalkan, menyediakan saluran komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah provinsi. Peluncuran Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya juga menjadi bagian dari acara ini.
Pj Sekda Linae Victoria Aden menjelaskan bahwa acara ini juga bertujuan untuk penguatan ruang publik yang positif. Ini menghadirkan ruang interaksi masyarakat yang aman, inklusif, dan inspiratif, sebagai alternatif aktivitas malam di akhir pekan.
Sumber: AntaraNews