Pemprov Kalsel Perkuat Pelestarian Budaya Banjar Libatkan Generasi Muda
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) gencar melakukan pelestarian budaya Banjar dengan melibatkan generasi muda dan seniman, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan kearifan lokal. Simak upaya strategis mereka!
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pelestarian kearifan lokal, khususnya budaya dan tarian khas Banjar. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, berbagai inisiatif terus digulirkan untuk mengimplementasikan visi pembangunan daerah di bidang kebudayaan. Langkah ini bertujuan agar warisan budaya Banjar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pelestarian budaya. Generasi muda dan para seniman menjadi motor penggerak utama melalui berbagai kegiatan seni yang rutin digelar. Acara-acara ini diselenggarakan di fasilitas budaya seperti Taman Budaya maupun museum, memberikan wadah ekspresi yang vital.
Fokus utama pelestarian budaya Kalsel adalah tari Banjar, sesuai dengan arahan dan visi Gubernur Kalsel. Partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan dapat terus meningkat, sehingga seni tradisi Banjar dapat terus eksis dan semakin maju. Hal ini juga menjadi strategi untuk memastikan keberlanjutan dan regenerasi pelaku seni di masa depan.
Semangat Regenerasi dalam Hari Tari Dunia
Antusiasme masyarakat Kalimantan Selatan terhadap seni tari terlihat jelas dalam peringatan Hari Tari Dunia 2026 yang baru saja usai. Perhelatan akbar ini diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Kalsel selama dua hari, yakni pada tanggal 25 hingga 26 April 2026. Acara tersebut berhasil menarik partisipasi signifikan dari 535 personel, terdiri dari seniman dan penari anak-anak.
Para peserta datang dari sembilan kabupaten/kota di Kalsel, menunjukkan cakupan partisipasi yang luas dan merata. Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan bahwa peringatan Hari Tari Dunia setiap 29 April merupakan momentum penting. Ini adalah waktu yang tepat untuk menjaga semangat pelestarian budaya dan menghidupkan kembali ruang ekspresi seni di Banua.
Suharyanti juga mengungkapkan bahwa antusiasme pada tahun ini meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikasi positif bahwa semangat berkesenian di kalangan masyarakat terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini memberikan harapan besar bagi masa depan seni tari tradisional maupun modern di Kalsel.
Ruang Ekspresi Tanpa Batas untuk Penari Muda
Salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan acara kebudayaan ini adalah regenerasi penari. Taman Budaya Kalsel secara aktif memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk tampil dan berekspresi. Mereka dapat menunjukkan bakatnya, baik dalam genre tari tradisional maupun modern, tanpa batasan yang kaku.
Menurut Suharyanti, inti dari tari adalah bergerak dalam irama, sehingga tidak ada pembatasan antara tradisional atau modern. Yang terpenting adalah anak-anak memiliki kesempatan dan ruang untuk berekspresi di Taman Budaya. Pendekatan inklusif ini mendorong kreativitas dan minat anak-anak terhadap seni tari sejak usia dini.
Upaya ini merupakan strategi vital untuk menjaga keberlanjutan seni tari di Banua. Keterlibatan generasi muda sejak dini, melalui sanggar-sanggar tari, memastikan estafet kepenarian tetap terjaga dan tidak terputus. Dengan demikian, warisan budaya tari dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rangkaian peringatan Hari Tari Dunia tidak hanya diisi dengan pertunjukan seni. Pada hari pertama, juga dilaksanakan Sarasehan Seni Tari yang menjadi wadah diskusi dan berbagi pengetahuan antar seniman. Hari kedua dimeriahkan dengan puluhan penampilan seni, dengan target total mencapai 30 pertunjukan.
Visi Kalsel sebagai Lumbung Penari
Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki harapan besar dari berbagai kegiatan pelestarian budaya ini. Mereka berharap jumlah pelaku seni tari di daerah ini akan terus bertambah seiring waktu. Peningkatan jumlah seniman dan penari akan memperkaya khazanah budaya Kalsel.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga bercita-cita agar daerah ini semakin dikenal luas sebagai lumbung penari. Mereka ingin Kalsel diakui sebagai wilayah yang kaya akan talenta kreatif di bidang tari. Pengakuan ini akan memperkuat identitas budaya daerah di kancah nasional maupun internasional.
Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk memperkuat komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah. Dengan melibatkan generasi muda dan memberikan ruang ekspresi yang luas, budaya Banjar diharapkan akan terus lestari dan menjadi kebanggaan bersama. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kebudayaan Kalimantan Selatan.
Sumber: AntaraNews