Ada Rombongan Presiden Jerman Bertemu Prabowo Hari Ini, Ketahui Jalur Alternatif saat Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta. Untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan pengawalan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik dilalui rombongan tamu negara.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan, rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Indonesia menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Y.M. Frank Walter Steinmeier. Akan ada pengawalan dan pengaturan lalu lintas sementara di beberapa ruas jalan utama Jakarta sebagai bentuk penghormatan,” ujar Komarudin saat dihubungi, Minggu (14/6).
Jalur Rombongan Melintas
Adapun ruas jalan yang akan dilalui rombongan tamu negara antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Garnisun Dalam, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Medan Merdeka Utara, dan Jalan Perwira.
Meski demikian, Dia memastikan penutupan jalan tidak dilakukan sepanjang hari. Rekayasa lalu lintas hanya bersifat sementara saat iring-iringan kendaraan Presiden Jerman melintas.
“Penutupan jalan hanya akan di lakukan saat rangkaian kebesaran melintas," kata Komarudin.
Jalur Alternatif
Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan dan memilih jalur alternatif bila diperlukan. Dia juga mengimbau pengguna jalan mematuhi arahan petugas di lapangan untuk menghindari kemacetan.
"Mohon maklum beberapa ruas jalan yang mungkin lebih padat dari biasanya," ujar dia.
Menurut informasi, Presiden Jerman dijadwalkan tiba pada pagi hari dan kembali melanjutkan agenda keberangkatan sekitar pukul 17.00 WIB.
"Jam 17:00 WIB sudah kembali," ujar dia.