Rakornas 2026 di Sentul, Pemkab Bogor Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan Rekayasa Lalu Lintas Bogor di sekitar Sentul untuk mendukung kelancaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Simak detail pengalihan arusnya agar perjalanan Anda tetap lancar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rakornas 2026 di Sentul, Pemkab Bogor Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Bogor
Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan Rekayasa Lalu Lintas Bogor di sekitar Sentul untuk mendukung kelancaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Simak detail pengalihan arusnya agar perjalanan Anda tetap lancar. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerapkan rekayasa lalu lintas guna mendukung pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Kegiatan penting ini akan berlangsung di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026.

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan mengingat tingginya jumlah peserta yang hadir. Sekitar 4.473 hingga 4.487 peserta dari unsur pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota se-Indonesia dijadwalkan akan memadati Sentul International Convention Center (SICC).

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kesiapan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah Rakornas, berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan. Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor siap menerima arahan dari Presiden Republik Indonesia serta pemerintah pusat untuk menyukseskan program strategis nasional.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 merupakan forum strategis nasional yang bertujuan memperkuat sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Acara ini dipusatkan di Sentul International Convention Center (SICC), Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka secara resmi Rakornas ini, memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda. Forum ini diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelaraskan langkah seluruh kepala daerah dalam mendukung program prioritas menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menjelaskan bahwa Rakornas ini juga akan menjadi ajang evaluasi kinerja pemerintah sepanjang tahun 2025. Selain itu, Presiden akan menyampaikan strategi untuk menyongsong kinerja tahun 2026 agar lebih baik, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama instansi terkait melakukan rekayasa lalu lintas mulai pukul 05.00 WIB hingga 17.30 WIB pada hari pelaksanaan Rakornas. Langkah ini diambil untuk meminimalisir kemacetan akibat volume kendaraan yang meningkat drastis.

Sepanjang jalur menuju SICC akan dilakukan penutupan sementara. Kendaraan dari arah Pancakarsa yang menuju Sentul akan dialihkan melalui Pasar Bersih Taman Victoria.

Sementara itu, arus lalu lintas dari Bundaran Love yang mengarah ke SICC akan dialihkan melalui Pasar Bersih di depan AEON Sentul. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perubahan rute ini dan mencari jalur alternatif.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas selama Rakornas berlangsung. Beliau menyarankan warga untuk menyesuaikan waktu serta rute perjalanan demi menghindari hambatan.

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama Rakornas dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan. Tim gabungan ini terdiri dari kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan.

Koordinasi erat telah dilakukan antara Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal. Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya kemacetan parah di sekitar lokasi acara.

Meskipun berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, pemerintah mengakui bahwa aktivitas masyarakat di sekitar lokasi berpotensi terdampak. Oleh karena itu, pemerintah memohon maaf kepada warga yang mungkin terdampak dan mengajak masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi