Bencana banjir bandang melanda Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Rabu (28/5). Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 350 rumah warga terendam lumpur, satu jembatan putus, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah, Andi Sembiring mengatakan, banjir membawa material lumpur yang menghantam permukiman warga.
"Satu jembatan di Desa Wombo Kalonggo terputus, sehingga masyarakat masih terisolir. Ada juga fasilitas sekolah yang terendam material banjir bandang," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Advertisement
Banjir memaksa setidaknya 100 kepala keluarga atau 114 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, dua korban jiwa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Jasad kedua korban sudah ditemukan oleh teman-teman Basarnas," kata Andi. Kedua korban adalah Rano (54) dan Ramusia (60).
Advertisement
BPBD Sulteng saat ini tengah berupaya menyalurkan bantuan darurat ke lokasi terdampak. Logistik yang dibutuhkan antara lain air bersih, makanan siap saji, tenda pengungsi, alat berat, serta perlengkapan bayi.
"Kami sedang mengupayakan sejumlah logistik seperti air bersih, alat berat, makanan siap saji, tenda pengungsi, dan peralatan untuk bayi," jelas Andi Sembiring.
Pemerintah daerah dan tim SAR gabungan terus bekerja keras dalam proses evakuasi, pendataan korban, serta pembersihan material banjir yang masih menutup akses warga di wilayah tersebut.