FOTO: Menenun Harapan dari Lurik, Kisah 'diOpeni' Berdayakan Perempuan Bersama Rumah BUMN Malang
Perjalanan diOpeni semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN Malang pada 2017.
Berawal dari rasa sepi setelah anak-anak beranjak besar, Peni Budi Astuti mulai merintis kegiatan pelatihan manik-manik gratis di Malang. Dari pengalaman itu, ia kemudian mendirikan diOpeni, UMKM tenun lurik yang mengolah kain tradisional menjadi produk modern berciri khas bordir Malang. Produk awal berupa daster lurik berkembang menjadi berbagai varian seperti tas, topi, sandal, hingga masker dengan konsep zero waste memanfaatkan sisa kain perca.
Perjalanan diOpeni semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN Malang pada 2017. Melalui berbagai pelatihan dari BRI, mulai dari pengelolaan keuangan, business plan, pemasaran digital, hingga pengurusan sertifikasi Halal dan HAKI, Peni merasa usahanya mendapat dukungan nyata untuk naik kelas. Ia juga memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang digunakan untuk pengembangan usaha dan pembangunan mini galeri di rumahnya.
Tak hanya fokus pada bisnis, diOpeni juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan melalui komunitas Preman Super atau Perempuan Mandiri Sumber Perubahan. Komunitas ini mewadahi perempuan, termasuk lansia dan ibu tunggal, agar tetap produktif dan kreatif. Para pekerja diberi kebebasan menuangkan ide mereka ke dalam produk lurik yang dibuat bersama.
Bagi Peni, keberhasilan usaha bukan semata soal keuntungan, melainkan manfaat yang bisa dirasakan orang lain. Ia mengaku terharu ketika salah satu pekerjanya yang berusia 60 tahun mampu membeli mesin cuci dari hasil bekerja di diOpeni. Menurutnya, kolaborasi dan dukungan antarsesama perempuan menjadi kekuatan utama yang membuat usahanya terus berkembang sekaligus menginspirasi perempuan lain untuk mandiri secara ekonomi.
Di sisi lain, BRI menyebut dukungan terhadap UMKM seperti diOpeni menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan melalui Rumah BUMN. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, hingga kini BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan UMKM di seluruh Indonesia. Menurutnya, kisah diOpeni menjadi contoh bagaimana UMKM lokal mampu tumbuh sekaligus menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.