Presiden Prabowo Sentil Aplikator Ojek Online soal Potongan: Ojol yang Keringet, Lu yang Dapat Duit? Enak Saja!
Prabowo gusar soal potongan ke ojek online dari aplikator yang dinilai terlalu besar.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, dirinya memberi perhatian terhadap kesejateraan pengendara ojek online (ojol). Ia gusar soal potongan ke ojek online dari aplikator yang dinilai terlalu besar.
"Lu (ojol) yang keringet, dia (aplikator) yang dapat duit? Enak saja!" kata Prabowo saat menghadiri peringatan May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5).
Prabowo mencatat, setiap harinya ojol bekerja dengan keras hinga bertaruh raga di jalanan. Karena itu, demi terciptanya keuntungan yang layak, mereka pun meminta pemerintah menetapkan aturan pembatasan potongan terhadap aplikator.
"Ojol kerja keras, Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10 persen?" tanya Prabowo yang diamini para Ojol yang ikut dalam aksi May Day.
Mendengar hal itu, Prabowo justru tak setuju. Sebab dirinya ingin potongan itu lebih rendah dari 10 persen.
"Iya, saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia!" tegas dia.
Prabowo teken Perpres No.27 Tahun 2026
Sebagai informasi, dengan penegasan itu, Prabowo menyebut juga sudah meneken Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Pembagian 92-8 Persen
Salah satunya membahas soal potongan aplikator dengan pembagian 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator.
"Jadi pembagian pendapatan sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi!" kata Prabowo.