Penganiayaan Driver Ojek Online di Labuan Bajo Diselidiki, Soroti Keamanan Transportasi Wisata

Korban, Donatus Darso, mengaku mengalami trauma setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penganiayaan Driver Ojek Online di Labuan Bajo Diselidiki, Soroti Keamanan Transportasi Wisata
Penganiayaan Driver Ojek Online di Labuan Bajo Diselidiki, Soroti Keamanan Transportasi Wisata (Merdeka.com)

Kasus penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah dalam penyelidikan aparat kepolisian. Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keamanan serta tata kelola transportasi di kawasan destinasi pariwisata prioritas tersebut.

Korban, Donatus Darso, mengaku mengalami trauma setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Insiden itu terjadi pada Senin (13/4).

Akibat kejadian tersebut, Donatus memilih tidak bekerja selama dua hari terakhir.

"Trauma. Sudah dua hari tidak kerja," ujarnya, Selasa (14/4).

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Donatus berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut.

"Proses hukum dan diusut sampai tuntas," tegasnya.

Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif kejadian. Saat ditanya terduga pelaku merupakan anggota Awstar (Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat) yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo, polisi jawab tengah menyelidiki.

"Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku," jelasnya.

Menurut keterangan korban, jumlah pelaku diperkirakan antara tujuh hingga sembilan orang. Dalam kejadian itu, ia mengaku mengalami pemukulan dan tendangan hingga terjatuh di jalan, serta sempat dicekik.

"Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat," ungkapnya.

"Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi," lanjutnya.

Peristiwa bermula saat korban menerima pesanan untuk menjemput wisatawan di area bandara. Namun, sesuai pengaturan yang berlaku, penjemputan oleh ojol tidak diperkenankan dilakukan di titik tertentu di sekitar bandara. Korban kemudian mengarahkan penumpang untuk bertemu di lokasi lain yang lebih jauh dari pintu keluar.

Setibanya di lokasi tersebut, korban mengaku didatangi sekelompok orang yang membentaknya dan meminta penumpang turun dari sepeda motor sebelum terjadi dugaan tindakan kekerasan.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo, Leonardus Efendi, menyayangkan insiden tersebut, terutama karena terjadi di kawasan destinasi wisata.

"Kami sangat menyayangkan aksi-aksi seperti ini (pengeroyokan dan provokasi). Hal ini jelas mencederai rasa aman bagi mitra pengemudi yang sedang bekerja," ujarnya, Rabu (15/4).

Ia menilai sebagai destinasi prioritas, kawasan tersebut seharusnya mampu menjamin keamanan bagi seluruh pihak.

"Tentu kami meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Harus ada efek jera supaya ke depannya tidak ada lagi intimidasi atau kekerasan terhadap driver di area publik," tegasnya.

Dorong Evaluasi

Leonardus juga mendorong evaluasi terhadap sistem pelayanan transportasi di kawasan bandara, meskipun mengapresiasi langkah mediasi yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian.

"Kami apresiasi langkah mediasi dari Dishub dan kepolisian. Namun, kami juga mendorong adanya evaluasi mendalam terkait sistem pelayanan di bandara agar lebih transparan dan optimal," ujarnya.

Pencegahan

Ia menegaskan pentingnya evaluasi yang komprehensif untuk mencegah kejadian serupa serta menjaga citra Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan.

"Tujuan kita sama, ingin Labuan Bajo ini aman dan nyaman bagi siapa saja. Kami siap berkolaborasi untuk memastikan pelayanan terbaik bagi tamu yang datang," tuturnya.

Rekomendasi