Jakarta, 19 Juli 2026 – Insiden kebakaran hebat melanda tiga unit kapal yang tengah bersandar di Dermaga Muara Angke, Kecamatan Pluit, Jakarta Utara, pada Minggu pagi. Peristiwa ini menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menaksir total kerugian akibat musibah ini mencapai Rp1,5 miliar.
Kebakaran Kapal Muara Angke ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik, yang dengan cepat melahap objek seluas 343 meter persegi, termasuk satu kapal dengan luas 114 meter persegi. Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang membubung tinggi.
Proses pemadaman berlangsung dramatis selama tiga jam, melibatkan 65 personel dan 12 unit mobil damkar. Api baru dapat dipastikan padam menjelang tengah hari setelah upaya keras dari tim Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Dampak Kebakaran Kapal Muara Angke
Kebakaran Kapal Muara Angke ini bermula saat saksi mata melihat kepulan asap tebal dari salah satu kapal yang sedang menjalani perbaikan atau docking di lokasi kejadian. Warga sekitar segera dimintai bantuan, namun api dengan cepat membesar dan tidak terkendali.
Situasi yang semakin genting membuat warga akhirnya meminta bantuan dari pihak pemadam kebakaran. Total tiga kapal milik H Samang menjadi korban amukan si jago merah dalam insiden ini.
Luas area yang terbakar mencapai 343 meter persegi, dengan satu kapal memiliki luas 114 meter persegi. Kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan, mengingat nilai aset kapal yang tidak murah.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemadaman dan Estimasi Kerugian
Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan kekuatan penuh untuk mengatasi Kebakaran Kapal Muara Angke ini. Sebanyak 65 petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Mereka didukung oleh 12 unit mobil damkar untuk memastikan pasokan air yang cukup.
Api mulai dapat dilokalisir sekitar pukul 10.08 WIB, namun proses pendinginan dan pemadaman total memerlukan waktu lebih lama. Akhirnya, api baru dapat dipastikan padam sepenuhnya pada pukul 11.52 WIB.
Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menyatakan bahwa kerugian akibat kebakaran tiga unit kapal milik H Samang ini ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut mencerminkan kerusakan parah yang dialami oleh kapal-kapal tersebut.
Advertisement
Advertisement
Penyebab dan Pencegahan Kebakaran Kapal
Dugaan awal penyebab Kebakaran Kapal Muara Angke ini adalah korsleting listrik. Korsleting listrik merupakan salah satu pemicu kebakaran yang paling umum, terutama pada instalasi yang sudah tua atau tidak terawat.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin dan pemeliharaan instalasi listrik pada kapal. Perbaikan atau docking kapal juga harus dilakukan dengan standar keselamatan yang tinggi.
Pencegahan kebakaran di dermaga dan kapal sangat krusial untuk menghindari kerugian materiil dan potensi korban jiwa. Edukasi mengenai bahaya korsleting listrik dan penanganan awal kebakaran perlu terus digalakkan di kalangan pemilik dan pekerja kapal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews