Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan potensi desa melalui inisiatif bertajuk Kopilaborasi. Program ini dirancang untuk menggerakkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa guna menggali serta mengembangkan aset lokal. Dengan suasana santai sambil menikmati kopi, Kopilaborasi menjadi wadah bagi warga desa untuk menyuarakan ide dan harapan mereka.
Diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, program ini turut melibatkan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dan Forum Wartawan Sidoarjo. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan dukungan penuh dari berbagai pihak dalam upaya memajukan desa. Kegiatan perdana Kopilaborasi sukses digelar di Desa Keloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, pada Rabu, 22 April 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang antusias berbagi gagasan tentang bagaimana mengubah potensi unik desa menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Melalui diskusi terbuka, Kopilaborasi berupaya menciptakan platform di mana ide-ide inovatif dapat tumbuh dan berkembang. Inisiatif ini menandai langkah strategis Pemkab Sidoarjo dalam memberdayakan masyarakat dari tingkat paling dasar.
Advertisement
Advertisement
Salah satu kisah inspiratif muncul dari Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, yang diceritakan oleh pemudanya, Ilyas, dalam kegiatan Kopilaborasi. Ilyas menyoroti potensi wisata desanya, yaitu Pasar Legi Jogosatru, yang sering terabaikan oleh masyarakat luas. Pasar unik ini hanya beroperasi pada hari-hari Legi dalam penanggalan Jawa setiap bulannya, menawarkan berbagai produk lokal dan makanan khas Sidoarjo seperti lontong kupang.
Bersama pemuda desa lainnya, Ilyas aktif membuat konten digital, seperti foto dan video, untuk mempromosikan keunikan Pasar Legi Jogosatru di media sosial. Upaya ini perlahan membuahkan hasil, dengan banyak konten yang menjadi viral dan menarik perhatian pengunjung dari berbagai penjuru Sidoarjo. Peningkatan kunjungan ini secara signifikan mengangkat citra desa.
Berkat promosi yang dilakukan Ilyas, Desa Jogosatru kini berhasil melepaskan diri dari stigma negatif yang pernah melekat padanya. Desa yang dulunya dikenal dengan isu-isu kurang menyenangkan, kini bertransformasi menjadi daerah dengan potensi positif yang layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana narasi desa yang kuat dapat mengubah persepsi dan mendorong kemajuan.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan Kopilaborasi selanjutnya, pada Rabu, 29 April 2026, berfokus pada tema "Sport Tourism: Branding Lapangan Bola menjadi Ikon Ekonomi Desa". Diskusi ini melibatkan pemuda pecinta sepak bola untuk menggali ide pengembangan ekonomi desa melalui fasilitas lapangan. Ketua Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), M Taufik, membagikan pengalamannya dalam memajukan potensi desa melalui olahraga dan fasilitasnya.
Taufik menyoroti kebijakan alokasi anggaran langsung ke desa yang telah memungkinkan perbaikan signifikan pada fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola. Lapangan-lapangan yang sebelumnya kurang layak, kini banyak yang bertransformasi menjadi representatif dan mampu menghasilkan pendapatan melalui sistem penyewaan yang dikelola profesional oleh desa. Pengelolaan lapangan Desa Keloposepuluh menjadi contoh sukses di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di mana seluruh pendapatan dikelola untuk kepentingan desa.
Selain itu, Taufik juga menekankan pentingnya dukungan daerah dalam mencetak atlet sepak bola nasional dari Sidoarjo, mengingat banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) di desa-desa. Ia mendorong lahirnya kompetisi antar-SSB untuk meningkatkan kapasitas dan mental juara pemain. Kolaborasi antar-desa juga dianggap krusial, terutama bagi SSB yang belum memiliki lapangan sendiri, untuk berbagi fasilitas dan menyelenggarakan kompetisi yang lebih terstruktur.
Advertisement
Advertisement
Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peningkatan potensi desa. Pemkab Sidoarjo telah memasang internet berkecepatan tinggi di setiap desa untuk menunjang aktivitas warga, termasuk mendukung pemuda kreatif dalam mempromosikan potensi desa melalui konten digital. Inisiatif ini sejalan dengan upaya seperti yang dilakukan Ilyas dalam memviralkan Pasar Legi Jogosatru.
Eri juga berjanji untuk membantu masyarakat bergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di setiap desa, sebagai wadah kreativitas untuk membangun dan memajukan desa. Selain itu, ia mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang peran pemuda dalam promosi desa. Pemerintah juga siap menambah jaringan internet di setiap lapangan sepak bola desa, menjadikannya pusat kegiatan positif dan meningkatkan nilai jual lapangan.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, atau Wawan, menyatakan dukungan legislatif terhadap semua gagasan yang muncul dalam Kopilaborasi. Ia mengajak masyarakat, khususnya pemuda, untuk terus aktif mempromosikan desanya demi efek berganda pada perekonomian lokal. Wawan menegaskan bahwa kerja sama adalah kunci untuk menggali dan mengelola potensi desa, dengan pemerintah dan DPRD menangkap aspirasi masyarakat untuk kemajuan Sidoarjo dari desa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews