Respons Buruh Soal MBG Dinilai Tak Bisa Dibaca Sebagai Penolakan Program
Dialog langsung antara kepala negara dan kelompok masyarakat menjadi penting untuk menangkap respons riil atas pelaksanaan program pemerintah di lapangan.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menanyakan langsung manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5), merupakan sinyal positif bagi perbaikan kualitas kebijakan publik. Menurut Ujang, dialog langsung antara kepala negara dan kelompok masyarakat menjadi penting untuk menangkap respons riil atas pelaksanaan program pemerintah di lapangan.
"Pendekatan ini dapat mempersempit jarak antara pembuat kebijakan dan penerima manfaat. Respons beragam dari masyarakat merupakan masukan penting bagi pemerintah," ujar Ujang, Sabtu (2/5).
Founder Literasi Politik Indonesia itu mengatakan, perbincangan publik yang muncul setelah momen tersebut sebaiknya tidak dibaca semata-mata sebagai penolakan terhadap program MBG.
"Menuntut kesejahteraan buruh dan mengawal MBG adalah dua perjuangan yang bisa berjalan beriringan, jadi tidak perlu dipertentangkan, apalagi muncul narasi penolakan program tersebut," kata Ujang.
Ujang menjelaskan berbagai dampak positif dari program tersebut antara lain mendorong sektor pertanian melalui penyerapan hasil produksi, membantu stabilisasi harga produk tani, menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, meningkatkan konsumsi gizi anak, memberikan kepastian pendapatan bagi petani, serta berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran.
“Intinya, program ini punya tujuan sosial yang besar, dan dampaknya kini sudah dirasakan oleh petani, pelaku umkm dan masyarakat lainnya, untuk itu mari kita kawal bersama,” tandas Ujang.
Presiden Prabowo Minta Buruh Dukung MBG
Di hadapan ribuan buruh yang memadati kawasan Monas, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam peringatan May Day, Jumat (1/5), Kepala Negara menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat.
"Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?" seru Prabowo yang langsung disambut riuh massa buruh.
Menurut Presiden, MBG adalah solusi nyata untuk mengatasi masalah kekurangan gizi dan stunting pada anak-anak.
Dampak Ekonomi
Prabowo juga menyebut dampak program ini jauh lebih luas, yakni menciptakan perputaran uang yang besar di tingkat akar rumput, terutama bagi petani dan pedagang pasar.
"Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana. Rakyat butuh telur, daging, sayur, hingga susu. Petani kita dapat penghasilan, uang beredar, dan Indonesia jadi tambah kuat," tegas Prabowo.