Prabowo Sebut MBG Dongkrak Ekonomi Petani dan UMKM
Prabowo menyatakan program MBG mendorong ekonomi rakyat dengan menyerap hasil panen petani, membuka kerja bagi UMKM dan ibu rumah tangga.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).
Menurutnya, keberadaan SPPG menciptakan kebutuhan rutin terhadap bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang kerja.
"Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Setiap hari membutuhkan telur, daging ayam, sayur, dan bahan pangan lainnya. Ini menghidupkan petani kecil dan UMKM," ujar dia.
Serap Hasil Panen dan Tenaga Kerja Lokal
Kepala Negara mengatakan program MBG membantu petani dalam memasarkan hasil panen secara berkelanjutan.
"Dulu petani panen bingung siapa yang beli. Sekarang hasil panen langsung terserap," katanya.
Selain petani dan pelaku usaha kecil, program ini juga melibatkan ibu rumah tangga sebagai tenaga kerja di unit SPPG.
"Mereka bekerja, mereka bisa bantu suami, mereka bisa membantu anaknya," ucapnya.
Hingga saat ini, MBG disebut telah menjangkau lebih dari 60,2 juta penerima manfaat dengan dukungan sekitar 23 ribu SPPG di 38 provinsi.
Dukungan Polri dan Ketahanan Pangan
Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan gudang serta pengelolaan SPPG.
"Ini membuktikan bahwa aparat negara tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam memperkuat kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program MBG disebut membantu mendorong konsumsi rumah tangga dan memperkuat daya beli masyarakat.
"Beberapa kepala daerah melaporkan bahwa MBG membantu menurunkan ketimpangan dan memperkuat daya beli masyarakat," ungkap Prabowo.
"Kita berada di jalan yang benar. Ekonomi rakyat harus tumbuh dari bawah. Negara harus hadir untuk memastikan tidak ada rakyat yang tertinggal," pungkasnya.