Prabowo: Jangkauan Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 60 Juta Jiwa, Setara Populasi Afrika Selatan
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta jiwa, setara populasi Afrika Selatan. Simak detail perluasan dan target selanjutnya dari inisiatif strategis nasional ini.
Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini telah dinikmati oleh lebih dari 60 juta penduduk Indonesia. Angka ini disamakan dengan jumlah populasi seluruh negara Afrika Selatan yang menerima makanan setiap hari. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam acara peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peluncuran 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
Program MBG ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memastikan kecukupan gizi, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah dalam mengatasi masalah gizi dan memperkuat fondasi kesehatan bangsa. Meskipun program ini sempat menghadapi kritik sejak awal peluncurannya, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan dedikasi pemerintah dalam melaksanakan program strategis nasional ini.
Dengan jangkauan yang luas ini, Presiden Prabowo menekankan bahwa cakupan 60 juta jiwa tersebut setara dengan memberi makan seluruh populasi Afrika Selatan setiap hari, atau 10 kali populasi Singapura, atau dua kali populasi Malaysia setiap hari. Perbandingan ini menyoroti skala besar dan dampak signifikan dari program MBG yang terus diperluas oleh pemerintah.
Perluasan Infrastruktur dan Target Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah telah membangun sebanyak 23.000 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung ekspansi Program Makan Bergizi Gratis. Jumlah SPPG yang masif ini menjadi tulang punggung dalam mendistribusikan makanan bergizi secara merata ke berbagai wilayah. Kehadiran SPPG ini sangat krusial untuk memastikan aksesibilitas program bagi masyarakat di pelosok negeri.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama untuk 1.179 unit SPPG baru, serta meluncurkan 18 gudang ketahanan pangan yang dikelola oleh Polri. Langkah ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung program. Dengan penambahan unit-unit ini, diharapkan distribusi makanan bergizi dapat semakin efisien dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah menargetkan perluasan cakupan program hingga lebih dari 80 juta orang. Untuk mencapai target ambisius ini, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur layanan dengan menambah lebih banyak unit SPPG di seluruh Indonesia. “Insya Allah, kita akan mencapai lebih dari 80 juta,” ujar Presiden Prabowo, menunjukkan optimisme terhadap keberhasilan program ini.
Komitmen Pemerintah dan Dukungan Polri dalam MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini merupakan bagian dari dorongan lebih luas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan nutrisi yang memadai. Presiden Prabowo mengakui bahwa program ini telah menghadapi kritik sejak diluncurkan, namun ia menegaskan bahwa meningkatnya jumlah penerima manfaat menunjukkan komitmen pemerintah. Ini adalah bukti nyata bahwa inisiatif strategis nasional ini terus berjalan dan memberikan dampak positif.
Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap program makan gratis ini. Menurutnya, institusi Polri telah menyadari pentingnya isu ini sebagai masalah krusial bagi kelangsungan hidup bangsa. Keterlibatan Polri menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam menjaga ketahanan nasional.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memuji Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menunjukkan pemahaman luas tentang keamanan publik. Pemahaman ini tidak hanya terbatas pada aspek keamanan fisik, tetapi juga mengaitkannya dengan rasa aman, kesejahteraan, dan harapan masyarakat. Dukungan Polri dalam program MBG ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan gizi adalah bagian tak terpisahkan dari keamanan dan stabilitas negara.
Sumber: AntaraNews