Polri Bangun 1.147 Dapur Umum Dukung Program Makan Bergizi Gratis Nasional
Polri membangun 1.147 Dapur Umum Polri di seluruh Indonesia sebagai Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Program Makan Bergizi Gratis, menargetkan jutaan penerima manfaat dan penyerapan tenaga kerja, sekaligus mengatasi stunting.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mendirikan 1.147 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Unit-unit ini berfungsi sebagai dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak Indonesia dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi stunting.
Informasi penting ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sebuah taklimat akhir tahun di Markas Besar Polri, Jakarta, pada hari Selasa. Program MBG sendiri ditargetkan menjangkau 83 juta orang pada Maret 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan ribuan dapur ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja. Diperkirakan, 1.147 SPPG ini akan melayani 3.972.500 penerima MBG dan menyerap 56.750 tenaga kerja dari masyarakat.
Progres Pembangunan Dapur Umum Polri dan Target Nasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merinci bahwa dari total 1.147 dapur MBG yang direncanakan, 331 di antaranya telah beroperasi penuh. Sementara itu, 135 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan operasional, dan 245 sedang dalam proses konstruksi.
Sebanyak 436 dapur baru saja memulai tahap pembangunan, dengan harapan seluruhnya dapat diselesaikan pada Februari tahun depan. Polri menargetkan untuk mendirikan setidaknya 1.500 SPPG secara nasional guna memperluas cakupan Program MBG.
Komitmen Polri dalam membangun SPPG ini menunjukkan peran aktif institusi dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Keberadaan SPPG Polri juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Meningkatkan Gizi Anak dan Ketahanan Pangan Melalui Program MBG
Jenderal Prabowo menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini juga untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, terutama mereka yang rentan terhadap stunting.
SPPG Polri telah mendapat apresiasi luas karena menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam menyiapkan, menyajikan, dan mendistribusikan makanan bergizi gratis. Dapur-dapur ini dinilai berhasil menghadirkan makanan yang aman, higienis, dan sesuai standar nasional.
Setiap hidangan yang diproduksi di SPPG Polri menjalani uji klinis yang ketat dan memenuhi standar gizi nasional, memberikan jaminan keamanan pangan kepada masyarakat. Presiden Prabowo Subianto bahkan meminta standar dapur Polri ini menjadi acuan nasional untuk program MBG.
Kontribusi Polri di Luar Gizi: Pembangunan Infrastruktur Penting
Selain Program MBG, Polri juga berkontribusi dalam upaya pemerintah meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas antarwilayah. Institusi ini telah memperbaiki dan membangun 101 jembatan di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 27 jembatan telah selesai dibangun, 16 masih dalam tahap konstruksi, dan 58 lainnya dalam tahap perencanaan. Proyek-proyek jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat.
Pembangunan jembatan ini juga bertujuan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan memperkuat konektivitas antardaerah, terutama di wilayah yang masih minim infrastruktur. Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam membantu masyarakat, "agar anak-anak Indonesia tidak perlu lagi menyeberangi sungai untuk menempuh pendidikan mereka."
Sumber: AntaraNews