Sinergi KDMP MBG Lebak: Bapperida Optimistis Percepat Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
Plt Kepala Bapperida Lebak menyatakan sinergi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi kunci percepatan penanganan kemiskinan dan pengangguran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap sinergi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini diyakini memiliki potensi besar untuk mempercepat penanganan masalah kemiskinan dan pengangguran di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Widy saat meninjau langsung pengoperasian KDMP Desa Jatimulya Rangkasbitung, Lebak, Banten, pada Minggu, 17 Mei 2026.
Widy Ferdian menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk membangkitkan perekonomian daerah secara menyeluruh. Sinergi antara KDMP dan MBG diharapkan mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lebak secara signifikan. Peningkatan PDRB ini menjadi indikator penting dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain fokus pada KDMP dan MBG, Pemerintah Kabupaten Lebak juga memberikan prioritas pada program ketahanan pangan sebagai pilar penting dalam strategi pembangunan daerah. Kombinasi ketiga program ini—KDMP, MBG, dan ketahanan pangan—dianggap sebagai pendekatan komprehensif untuk mengatasi isu kemiskinan dan pengangguran. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berdaya tahan.
Peran Strategis KDMP dalam Perekonomian Lokal
Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang sebagai wadah multifungsi untuk menampung produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, sehingga menciptakan jaminan pasar bagi para pelaku usaha. KDMP bertujuan untuk menjadikan koperasi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi, termasuk mengelola kios pangan, apotek desa, layanan logistik, hingga klinik kesehatan. Dengan adanya KDMP, produk-produk lokal memiliki akses yang lebih luas ke konsumen, mengatasi kesulitan distribusi dan pemasaran yang sering dihadapi UMKM.
KDMP juga akan membuka tujuh unit gerai yang beragam untuk mendukung ekosistem ekonomi desa. Unit-unit ini meliputi Kantor Koperasi, Kios Pengadaan Sembako, Unit Bisnis Simpan Pinjam, Klinik Kesehatan Desa, dan Apotek Desa. Selain itu, akan ada Sistem Pergudangan Cold Storage dan Sarana Logistik Desa yang menjadi agen penyalur LPG 3 kg hingga pupuk subsidi. Kehadiran gerai-gerai ini diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok.
Bahkan, produksi lokal dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan dapat ditampung oleh KDMP setempat. Widy Ferdian menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendampingi KDMP dalam menampung produksi lokal. Hal ini bertujuan agar produk-produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal dan menghapus kemiskinan serta pengangguran.
Ketua KDMP Desa Jatimulya Rangkasbitung, Sudrajat, melaporkan bahwa pihaknya telah membuka usaha sembako dan menampung produk UMKM lokal, seperti keripik dan stik ubi, singkong, bawal, rempeyek ikan, stik bawang, rempeyek tempe, kembang goyang, dan roti. Produk-produk camilan makanan ini dijual dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung kualitasnya. Selain itu, KDMP Desa Jatimulya juga bekerja sama dengan Puskesmas Rangkasbitung untuk membuka klinik dan apotek, menunjukkan diversifikasi layanan yang ditawarkan.
Sinergi MBG dan Dampaknya pada Kesejahteraan Masyarakat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal tahun 2025, dengan tujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia. Program ini memiliki keterkaitan erat dengan KDMP, terutama dalam hal penyerapan produk lokal. MBG bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia Indonesia sejak dini, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi lokal melalui rantai pasokan makanan.
Widy Ferdian meyakini bahwa jika sinergi antara KDMP dan MBG berjalan optimal, tingkat pendapatan ekonomi masyarakat lokal akan meningkat secara signifikan. Peningkatan pendapatan ini merupakan langkah krusial dalam upaya menghapus kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lebak. Program ini memberikan dorongan ekonomi langsung kepada produsen lokal dengan menciptakan permintaan yang stabil untuk hasil pertanian dan produk UMKM desa.
Sudrajat menambahkan bahwa meskipun KDMP Desa Jatimulya belum memiliki penyertaan modal dari PT Agrinas Nusantara Pangan, koperasi ini tetap beroperasi dengan 230 anggota. Setiap anggota diwajibkan untuk melakukan simpanan pokok sebesar Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp25 ribu per bulan. Harapannya, kehadiran koperasi ini dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan bermuara pada kesejahteraan yang lebih baik, sejalan dengan tujuan nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sumber: AntaraNews