Program KDMP Lebak Perkuat Ekonomi Desa, Target Rampung Juli 2026
Pemerintah Kabupaten Lebak terus mengoptimalkan Program KDMP Lebak untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menggerakkan potensi lokal, dengan target rampung seluruhnya pada Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, secara aktif memastikan implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini bertujuan utama memperkuat kemandirian ekonomi desa. Selain itu, KDMP juga berupaya menggerakkan potensi lokal masyarakat di seluruh wilayah, menciptakan dampak ekonomi yang signifikan.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lebak, Rahmat, menyatakan keyakinannya terhadap program ini. Ia percaya KDMP dapat menggulirkan perputaran uang di desa secara efektif. Hal ini dilakukan melalui penampungan potensi lokal yang beragam.
Kebijakan KDMP dirancang untuk mengakomodasi berbagai potensi unggulan lokal yang ada di setiap desa. Ini termasuk produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kerajinan tangan, serta komoditas pertanian. Program ini juga akan menyediakan kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat.
Optimalisasi Potensi Lokal dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Lebak menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar usaha yang digeluti dapat menampung produksi berbasis potensi lokal secara maksimal. Dengan demikian, perputaran uang di desa dapat terus bergulir dan memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian.
Fokus utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh melalui penciptaan peluang ekonomi. Selain itu, KDMP juga berperan penting dalam penyerapan lapangan kerja di tingkat desa, mengurangi angka pengangguran. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
KDMP juga dipastikan mampu memenuhi kebutuhan penyediaan SPPG dan program MBG yang krusial. Program ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga pangan di wilayah pedesaan, menjaga daya beli masyarakat. Kolaborasi antara KDMP, pelaku usaha lokal, dan petani menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian Program KDMP Lebak
Saat ini, sebanyak 78 unit KDMP di Kabupaten Lebak telah beroperasi penuh dan menunjukkan hasil positif. Unit-unit ini membuka berbagai jenis usaha, mulai dari pengadaan warung sembako, klinik, apotek, hingga pergudangan. Ada juga sektor pertanian dan layanan simpan pinjam yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, mengonfirmasi kelancaran pembangunan KDMP di lapangan. Program ini mendapat dukungan penuh dari semua elemen, termasuk pemerintah daerah, desa, dan masyarakat setempat. Total 344 desa di Kabupaten Lebak ditargetkan memiliki KDMP untuk pemerataan ekonomi.
Dari total desa tersebut, 246 unit KDMP masih dalam proses pembangunan yang terus berjalan. Sementara itu, 78 unit telah rampung 100 persen dan siap memberikan kontribusi ekonomi. Dandim optimistis bahwa dalam enam bulan ke depan tahun ini, semua desa di Lebak akan memiliki KDMP.
Sisa unit yang belum rampung diperkirakan akan selesai pada Juli 2026, sesuai target yang ditetapkan. Target nasional mencakup pembangunan 30 ribu unit KDMP di seluruh Indonesia. Proses penyertaan modal untuk KDMP ini akan difasilitasi melalui PT Agrinas Pangan Nusantara, memastikan keberlanjutan program.
Peran Pengurus Koperasi dan Dukungan Pemerintah
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus koperasi. Pihaknya akan terus mendorong tujuh jenis usaha produktif yang dijalankan KDMP agar lebih inovatif. Ini untuk memastikan koperasi dapat berkembang optimal dan memberikan manfaat maksimal.
Imam Suangsa berharap para pengurus koperasi dapat bekerja keras dan berdedikasi tinggi. Tujuannya agar koperasi dapat maju, mengelola usaha dengan baik, dan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Kemajuan koperasi pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dukungan dari berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, desa, dan masyarakat, sangat vital bagi kesuksesan program. Kolaborasi ini memastikan bahwa Program KDMP dapat berjalan efektif, efisien, dan mencapai tujuannya. Hal ini juga membantu mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang kuat dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews