Budiman Sujatmiko: Orang Miskin Jangan Dikasih Uang Cash, Tapi Kasih Pengalaman Wirausaha
Budiman menilai perlu membangun tradisi baru dalam pengentasan kemiskinan melalui koperasi.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sujatmiko, menyatakan dukungannya terhadap program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Kementerian Koperasi. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga miskin terhadap bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Budiman mengungkapkan, selama ini pemerintah hanya menitikberatkan pada pemberian bansos dan subsidi untuk mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan pengalaman kewirausahaan kepada masyarakat.
"Pemberantasan kemiskinan kan selama ini hanya lewat Bansos, BLT, dan subsidi. Nah ini kita lagi naik kelas nih, orang miskin jangan hanya dikasih uang cash, tapi dikasih pengalaman kewirausahaan, manajemen, marketing, berproduksi dan bergotong royong," ujarnya kepada wartawan di Makassar, Minggu (27/4).
Koperasi Jadi Solusi
Budiman menekankan, koperasi seharusnya menjadi solusi utama dalam pengentasan kemiskinan. Terlebih, Indonesia dikenal luas sebagai negara yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.
"Indonesia sering dikenal sebagai negara gotong royong. Pak Budi Arie (Menteri Koperasi) bilang, kok koperasi sebagai simbol gotong royong kuatnya di negara-negara yang kata orang kapitalis. Kan aneh," tuturnya.
Karena itu, Budiman menilai perlu membangun tradisi baru dalam pengentasan kemiskinan melalui koperasi. Ia meyakini koperasi dapat mendorong warga miskin untuk bergotong royong secara produktif.
"Gotong royong bareng-bareng itu kita jarang berhasil. Nah, kita akan coba Koperasi Desa Merah Putih ini. Orang miskinnya gotong royong produktif, bukan hanya sekadar tolong menolong," kata Budiman.
Selain itu, Budiman menyatakan akan meluncurkan rencana percepatan pengentasan kemiskinan yang mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Itu rencana induk percepatan pengentasan kemiskinan. Ada untuk pertanian, sosial, pendidikan, dan teknologi serta budaya," ucapnya.