Balas Trump Soal Larangan Deklarasi Kemerdekaan, Taiwan Tegaskan Negara Merdeka
Trump sebelumnya meminta Taiwan untuk tidak mengumumkan kemerdekaannya.
Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki hak untuk mengklaim yurisdiksi atas Taiwan. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan pulau itu agar tidak secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China.
Kementerian Luar Negeri Taiwan mengeluarkan pernyataan tersebut pada hari Sabtu sebagai respons terhadap komentar Trump saat kunjungan kenegaraannya ke Beijing pekan lalu.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan keinginannya agar Taiwan tidak mendeklarasikan kemerdekaan, karena khawatir hal itu dapat memicu konflik dengan China.
"Saya tidak ingin ada yang merdeka dan kita harus menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu," ujar Trump.
Dia menambahkan bahwa stabilitas di kawasan adalah hal yang diinginkannya, dan berharap China tetap tenang, seperti yang dikutip dari Euro News pada Minggu (17/5).
Menanggapi pernyataan Trump, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengucapkan terima kasih atas dukungan Amerika Serikat untuk menjaga perdamaian di kawasan. Namun, Taipei menegaskan bahwa Taiwan adalah sebuah negara demokrasi yang berdaulat.
"Beijing tidak berhak mengklaim yurisdiksi atas Taiwan," demikian pernyataan dari kementerian tersebut.
Taiwan juga menekankan komitmennya untuk terus memperkuat kerjasama dengan Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan, termasuk keamanan di Selat Taiwan.
"Pemerintah akan terus memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat, menjaga perdamaian melalui kekuatan, dan memastikan keamanan serta stabilitas Selat Taiwan tidak dirusak," lanjut pernyataan itu.
Komentar Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing mengenai Taiwan, di mana China menganggap pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
China menyebut reunifikasi dengan Taiwan sebagai tujuan yang tidak dapat ditawar-tawar. Awal pekan ini, juru bicara Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa isu Taiwan adalah persoalan paling penting dalam hubungan China-AS dan akan menentukan arah hubungan kedua negara di masa depan.
Taiwan memiliki pemerintahan yang dipilih secara demokratis dan selama ini menolak klaim kedaulatan dari Beijing. Meskipun demikian, China tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kekuatan militer dalam upaya mengambil alih pulau tersebut, yang menjadi perhatian bagi banyak pihak di kawasan dan di seluruh dunia.