Prabowo Kejar Target MBG 82,3 Juta Penerima hingga Akhir 2026
Ia menegaskan program MBG menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan perluasan program makan bergizi gratis (MBG) hingga menjangkau 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026.
“Insyallah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” kata Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan virtual di Youtube Sekretariat Negara, Minggu (8/2/2026).
Ia menegaskan program MBG menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Program ini disebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun.
“Kita sudah Sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta lebih penerima manfaat Di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta Anak-anak, Ibu-ibu dan orang-orang tua,” ujarnya.
Anak-Anak, Ibu-Ibu hingga Manula
Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu-ibu, hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah menilai program ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata.
Menurut Presiden, penyediaan makanan bagi masyarakat bukan hanya soal bantuan sosial, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang. Ia menilai pemenuhan gizi yang baik akan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas masyarakat ke depan.
Menekan Kemiskinan
Prabowo menilai program MBG bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi bagian dari strategi besar untuk mengurangi angka kemiskinan. Ia meyakini bahwa ketika kebutuhan dasar pangan terpenuhi, tekanan ekonomi masyarakat bisa berkurang.
Ia juga menyampaikan bahwa harapan masyarakat terhadap kehidupan yang lebih layak menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih cepat. Menurutnya, Indonesia yang merdeka harus mampu menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.
“Saya merasakan harapan yang ada di hati ibu-ibu, harapan yang ada di setiap orang tua, harapan bahwa Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil, harus Indonesia yang makmur,” pungkasnya.