Dikritik Soal Anggaran, Prabowo Tegaskan MBG Lahir dari Efisiensi Belanja Negara
Program MBG, kata Prabowo, bukan untuk menghambur-hamburkan uang, melainkan hasil dari penghematan anggaran atau efisensi.
Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan adanya pihak-pihak yang terus menyoroti secara negatif program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga tudingan bahwa kebijakan itu hanya menghambur-hamburkan anggaran dinilai tidak berdasar.
"Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," ungkap Prabowo saat peresmian SPPG Polri di SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat.
Walaupun demikian, Prabowo yakin berada di jalan yang benar untuk membatu masyarakat yang stunting atau kurang gizi.
"Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting," ujarnya.
Menghambur-hamburkan Uang
Program MBG, kata Prabowo, bukan untuk menghambur-hamburkan uang, melainkan hasil dari penghematan anggaran atau efisensi. Ia secara tegas akan menghadapi kampanye yang berusaha menjelek-jelekkan program MBG.
"Karena itu, kita laksanakan program ini. Ya, kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran," tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengaku sadar banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan gizi atau stunting. Ini yang menjadi alasan merasa dirinya di jalan yang benar untuk menjalankan program MBG tersebut.
"Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting. Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik," pungkasnya.
Intervensi Langsung
Sebab itulah, ia menegaskan harus ada intervensi langsung pemerintah pusat untuk mengatasinya. Prabowo juga mengaku belajar terkait program MBG dari bangsa lain.
"Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia," kata dia.