Blak-blakan Kubu Sony Sonjaya Bongkar Sosok NSD, Berperan Utak Atik Titik SPPG MBG
Sosok NSD itu diungkap Sony saat diperiksa penyidik Kejagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola progra MBG.
Kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengungkap nama seseorang berinisial NSD. Nama itu turut diungkap Sony saat diperiksa penyidik Kejagung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Kamis (18/6).
Kepada penyidik, Sony membongkar sepak terjang si NSD. "Di dalam BAP, Pak Sony menjelaskan NSD ada mengubah-ubah yayasan. Yayasan ini diganti, lalu diganti lagi sampai tiga kali,” ujar Krisna kepada wartawan.
Menurut dia, titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibahas dalam percakapan itu merupakan titik dimiliki NSD. Krisna mengklaim perubahan yayasan tersebut dilakukan tanpa mekanisme administrasi semestinya.
"Harusnya kalau mau mengubah yayasan ada surat kepada Pak Sony. Tapi menurut keterangan Pak Sony, hanya disampaikan, ‘Pokoknya diganti’,” kata dia.
Peran Sosok NSD
Krisna menyebut dalam percakapan diperlihatkan kepada penyidik, terdapat pembahasan mengenai sejumlah titik SPPG di beberapa daerah, antara lain Madiun, Tapos, Bogor, serta wilayah lain disebut dalam pemeriksaan.
Menurut Krisna, penyidik membuka satu per satu percakapan WhatsApp untuk mencocokkan nama-nama sebelumnya telah disebut Sony.
“Nomor satu NSD, lalu dibuka percakapannya. Setelah itu diuraikan di dalam berita acara pemeriksaan,” ujar Krisna.
Krisna menegaskan Sony tidak meminta penyidik memeriksa pihak tertentu. Menurut dia, kliennya hanya menyampaikan seluruh informasi diketahui, sedangkan langkah penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
“Pak Sony hanya menguraikan apa yang dia ketahui. Soal siapa yang akan diperiksa, itu kewenangan penyidik,” kata dia.
Percakapan NSD Diperlihatkan ke Polisi
Krisna menyebut dalam percakapan diperlihatkan kepada penyidik, terdapat pembahasan mengenai sejumlah titik SPPG di beberapa daerah, antara lain Madiun, Tapos, Bogor, serta wilayah lain disebut dalam pemeriksaan.
Menurut Krisna, penyidik membuka satu per satu percakapan WhatsApp untuk mencocokkan nama-nama sebelumnya telah disebut Sony.
“Nomor satu NSD, lalu dibuka percakapannya. Setelah itu diuraikan di dalam berita acara pemeriksaan,” ujar Krisna.
Krisna menegaskan Sony tidak meminta penyidik memeriksa pihak tertentu. Menurut dia, kliennya hanya menyampaikan seluruh informasi diketahui, sedangkan langkah penyidikan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
“Pak Sony hanya menguraikan apa yang dia ketahui. Soal siapa yang akan diperiksa, itu kewenangan penyidik,” kata dia.