Menengok Program Pesraman Agung PLN IP Bali, Kolaborasi dengan 17 Pemangku Kepentingan
Bernadus melanjutkan salah satu keberhasilan utama program ini adalah terwujudnya akses air yang berkeadilan bagi masyarakat.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali mengonservasi hutan dan memberdayakan masyarakat melalui program Pesraman Agung.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan, program Pesraman Agung hadir sebagai model pemberdayaan berbasis konservasi hutan lindung yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi secara menyeluruh di kawasan Hutan Bambu Sandan, Tabanan, Bali.
"Program ini dirancang untuk membuktikan bahwa konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan," jelasnya dikutip dari Antara, Jumat (19/6).
Melalui kolaborasi yang melibatkan 17 pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta, program ini sukses memberikan dampak nyata bagi masyarakat penjaga hutan di sekitar kawasan.
"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh untuk kehidupan nyata masyarakat," ujarnya.
Bernadus melanjutkan salah satu keberhasilan utama program ini adalah terwujudnya akses air yang berkeadilan bagi masyarakat. Sebanyak 55 kepala keluarga kini menikmati akses air bersih, sementara 86 petak lahan pertanian seluas 74 hektare mendapatkan akses irigasi yang memadai.
Inovasi teknologi berupa hybrid water pump system dan pompa hidran menjadi tulang punggung sistem pengelolaan air yang berkelanjutan dan menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Pada aspek lingkungan, Hutan Bambu Sandan telah berkontribusi dalam penyerapan karbon hingga 42.875,81 ton CO2. Program ini juga melakukan penanaman dan pengayaan vegetasi melalui ratusan bibit bambu dan pohon buah untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan lindung.
Ratusan Petani Rasakan Manfaat
Sebanyak 253 petani turut merasakan manfaat dari program adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim yang dijalankan secara terpadu.
Bernadus menambahkan program Pesraman Agung juga mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kerajinan dan anyaman bambu, wisata edukasi, pertanian, serta peternakan.
Pemanfaatan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pelet sampah turut memperkuat prinsip ekonomi sirkular dalam program ini.
Dorong Pelestarian Nilai Budaya
Selain itu, program ini secara aktif mendorong pelestarian nilai budaya Bali sekaligus melahirkan kader-kader penggerak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Hingga saat ini, lebih dari 200 orang telah memanfaatkan kawasan Hutan Bambu Sandan sebagai lokasi edukasi, konservasi, dan penelitian, menegaskan posisi program ini sebagai model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali.
"Melalui Program Pesraman Agung, PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai pelopor transisi energi yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance) dan SDGs (Sustainable Development Goals)," sebut Bernadus.