Sony Sanjaya Melawan, Siap Buka-bukaan Bongkar Data Penting Jual Beli SPPG Seret 30 Nama
Menurut Elza, kliennya mengaku memiliki informasi yang dapat membantu penyidik mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG.
Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menyiapkan perlawanan. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk membongkar dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini menyeretnya sebagai tersangka.
Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). Elza mengungkap hal itu dikatakan Sony saat menemui kliennya di Kejagung pada Kamis (4/6) kemarin.
"Dia minta JC dan dia akan buka semua. Kerja sama kooperatif dengan Kejaksaan Agung dan membongkar semua," kata Elza Syarief saat dihubungi, Jumat (5/6).
Menurut Elza, kliennya mengaku memiliki informasi yang dapat membantu penyidik mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG.
Sony, kata Elza, juga memiliki data yang dapat digunakan untuk menelusuri dugaan praktik jual beli dapur MBG yang belakangan menjadi sorotan.
"Dia kan membuat sistem sehingga bisa mendeteksi di laptopnya siapa yang menjual-belikan itu. Dia ada beberapa nama, banyak ya, lebih dari 30 orang untuk bisa diperiksa," ujarnya.
Elza menjelaskan, nama-nama tersebut dapat ditelusuri melalui data dan laporan yang dimiliki kliennya. Dari sana, menurut dia, penyidik dapat mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat.
"Dari sanalah bisa dideteksi siapa yang menjual-belikan titik itu," katanya.
Sony Bantah Terlibat Langsung
Selain itu, Elza membantah keterlibatan langsung kliennya dalam kasus yang tengah diusut Kejagung tersebut.
Menurut dia, Sony hanya memberikan titik lokasi program, namun dalam pelaksanaannya ditemukan berbagai persoalan di lapangan, termasuk dugaan penggunaan yayasan dan investor dari daerah berbeda.
"Pak Sony sendiri tidak pernah melakukan itu," ujar Elza.
Ajukan Perlindungan ke LPSK
Terkait status Justice Collaborator, Elza mengaku pihaknya belum mengajukan permohonan secara resmi. Namun pengajuan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan segera dilakukan.
"Belum, baru tadi malam. Saya akan ajukan hari Senin," katanya.
Selain mengajukan status JC, pihak Sony juga berencana meminta perlindungan bagi keluarga.
"Tentu minta pengamanan dong, istri dan anaknya, keluarganya, dan yang melakukan JC ini," ucap Elza.