Adopsi AI Butuh Jaringan 5G Mumpuni
Tanpa kecepatan dan stabilitas 5G, pemanfaatan AI berisiko tidak optimal.
Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) harus disokong jaringan 5G yang mumpuni. Jika tidak, rencana itu terancam jalan di tempat. Pasalnya, tanpa kecepatan dan stabilitas 5G, pemanfaatan AI berisiko tidak optimal.
Hal ini seperti riset yang dilakukan Vu Minh Khuong dari National University of Singapore (NUS) bertajuk Leveraging 5G to Accelerate AI-Driven Transformation in ASEAN.
Riset tersebut menyoroti bagaimana cakupan 5G global melonjak drastis, dari hanya 9 persen pada 2020 menjadi 51 persen di tahun 2024. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia tengah bersiap pindah ke era AI sepenuhnya.
5G Infrastruktur Kritikal
Survei Ericsson ConsumerLab juga mengungkap hal serupa. Survei itu menyebut bahwa penggunaan AI meledak menuntut jaringan yang tidak hanya cepat, tapi juga konsisten.
Dalam konteks ini, 5G hadir bukan sekadar tren, melainkan infrastruktur kritikal untuk mengelola volume data yang luar biasa besar.
Pemerintah pun mulai memasang kuda-kuda melalui regulasi yang lebih adaptif. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang pro-inovasi dan investasi.
"Transformasi digital butuh kerangka kebijakan yang tidak hanya menjaga tata kelola, tapi juga mendorong investasi," ujar Wayan Toni.
“Arah kebijakan Komdigi mencakup percepatan pengembangan teknologi melalui optimalisasi spektrum, penyusunan tata kelola yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, penguatan perlindungan data pribadi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan infrastruktur digital,” tambahnya saat acara IndoTelko Forum di Jakarta, belum lama ini.
Potensi Ekonomi yang Menggiurkan
Sisi ekonomi juga tak kalah menggiurkan. President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, memproyeksikan teknologi 5G dapat menyumbang hingga USD41 miliar terhadap PDB Indonesia dalam periode 2024–2030.
Menurutnya, 5G adalah fondasi digital strategis yang memungkinkan teknologi AI berkembang dalam skala besar.
"5G akan menjadi infrastruktur krusial bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.