Trump Siapkan AI Tercanggih Dunia Perkuat Militer AS
Amerika Serikat berencana untuk segera mengintegrasikan model-model AI tercanggih dari berbagai penyedia teknologi.
Amerika Serikat (AS) menunjukkan komitmennya yang kuat untuk memperkuat sistem pertahanannya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang paling canggih.
Tindakan proaktif ini diambil oleh Presiden AS Donald Trump untuk memastikan bahwa militer tetap unggul, sambil tetap menjaga penggunaan teknologi dalam batasan yang bertanggung jawab.
"Para prajurit yang membela bangsa kita layak mendapatkan AI terbaik, paling aman, dan paling andal di dunia. Warga negara kita juga berhak tahu bahwa teknologi ini dikelola secara bertanggung jawab dengan tingkat keseriusan yang mereka harapkan," kata Michael Kratsios, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, melalui unggahannya di platform X.
Menurut memo kebijakan terbaru yang telah dirilis, pemerintah AS berencana untuk mengintegrasikan model-model AI tercanggih dari berbagai penyedia.
Seperti yang dilaporkan oleh Engadget pada Senin (8/6/2026), langkah ini merupakan tindak lanjut dari upaya mempercepat adopsi teknologi.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga telah diberikan instruksi untuk segera mengeluarkan regulasi baru mengenai sistem persenjataan otonom. Menariknya, memo ini menetapkan batasan yang sangat ketat bagi para pengembang teknologi.
Pemerintah menegaskan bahwa aturan baru ini melarang siapapun—baik entitas komersial maupun pihak luar—untuk menonaktifkan, menurunkan performa, atau memodifikasi sistem AI yang digunakan oleh tentara AS tanpa izin resmi terlebih dahulu.
Tindakan ini diambil untuk mencegah intervensi atau sabotase yang tidak sah dari vendor saat teknologi tersebut sedang digunakan di medan perang.
Dilarang Bikin AI Membungkam Pendapat
Meskipun mempercepat adopsi teknologi secara luas, memo tersebut menetapkan batasan yang jelas bagi lembaga-lembaga pertahanan Amerika Serikat.
Jaringan pertahanan dilarang keras untuk membuat atau merilis model kecerdasan buatan yang ditujukan untuk:
- Menyensor kebebasan berpendapat.
- Menyisipkan bias ideologi tertentu.
- Melakukan pengawasan ilegal terhadap warga negara AS.
Di sisi lain, ambisi Amerika Serikat untuk menguasai perkembangan teknologi ini tetap sangat besar. Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memberikan hak kepada pemerintah untuk secara khusus meninjau model-model kecerdasan buatan yang inovatif dalam waktu 30 hari sebelum teknologi tersebut diluncurkan ke publik.